Trump Konfirmasi Serangan Militer AS ke Iran Dimulai
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa operasi militer AS terhadap Teheran, Iran, resmi dimulai. Melalui video yang diunggah ke media sosial, Trump menjelaskan itu langkah defensif melindungi kepentingan nasional AS.
"Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran, sekelompok orang yang kejam, sangat keras dan mengerikan," kata Trump dalam video yang dikutip dari CNN, Sabtu (28/2).
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump menilai aktivitas Iran selama ini secara langsung membahayakan pasukan, pangkalan militer AS di luar negeri, serta para sekutu di seluruh dunia.
Ia menyoroti rekam jejak panjang rezim tersebut yang ia anggap terus menebar ancaman selama hampir lima dekade.
"Selama 47 tahun, rezim Iran telah meneriakkan 'kematian bagi Amerika' dan melancarkan kampanye pertumpahan darah serta pembunuhan massal yang tiada henti, dengan menargetkan Amerika Serikat, pasukan kami, dan warga tak bersalah di banyak negara," tuturnya.
Pada saat bersamaan, Israel juga meluncurkan serangkaian serangan rudal ke ibu kota Teheran. Laporan media lokal Iran menyebutkan beberapa rudal menghancurkan jalanan di kawasan Jomhouri.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah militer secara mandiri.
"Israel telah melancarkan serangan pendahuluan (preemptive strike) terhadap Iran, untuk menghilangkan ancaman terhadap Israel," kata Katz, dikutip dari Times of Israel.
Keterlibatan Amerika Serikat dalam gempuran bersama Israel ini juga dikonfirmasi dua pejabat senior AS. Mereka menyatakan pasukan AS ikut serta dalam operasi militer tersebut guna memastikan sasaran strategis di Teheran berhasil dilumpuhkan.
(dis/chri)