Reaksi Rusia usai Israel-AS Serang Iran dan Khamenei Diklaim Tewas
Rusia bereaksi usai Israel dan Amerika Serikat menyerang sekutu mereka, Iran, dan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, diklaim Tel Aviv dan AS tewas.
Dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari Reuters, Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk keras serangan Israel-AS ke Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moskow menyebut serangan itu amat tak bertanggung jawab dan bisa menyebabkan Timur Tengah terperosok ke dalam jurang konflik yang sangat dalam.
Israel membombardir Iran pada Sabtu (28/2) dan mengeklaim telah menewaskan Khamenei dalam serangan udara tersebut.
Klaim soal kematian Khamenei tersebut disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Presiden AS Donald Trump kemudian menyampaikan kabar yang sama mengenai klaim kematian Khamenei meski dibantai media-media Iran.
Rusia kemudian menilai serangan itu merupakan tindakan sembrono yang dilakukan Israel dan AS.
"Washington dan Tel Aviv sekali lagi memulai petualangan berbahaya yang secara cepat membawa kawasan ini (Timur Tengah) kian dekat dengan bencana kemanusiaan, ekonomi, dan mungkin bencana radiologis," demikian pernyataan dari Kemlu Rusia.
"Dengan menjerumuskan Timur Tengah ke dalam jurang eskalasi yang tidak terkendali, mereka sebenarnya mendorong negara-negara di seluruh dunia, terutama di kawasan ini untuk memperoleh sarana yang lebih serius melawan ancaman yang muncul," lanjut pernyataan itu.
Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev juga telah menyampaikan kecamannya terhadap Presiden Donald Trump pada Sabtu (28/2) atas serangan AS terhadap Iran.
Ia mempertanyakan daya tahan kekuatan Washington mengingat sejarah yang relatif lebih singkat ketimbang peradaban Persia.
"'Penjaga perdamaian' itu berulah lagi. Pembicaraan dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu," ujar Medvedev seperti dikutip dari Reuters.
"Jadi siapa yang lebih sabar sekarang untuk menunggu akhir yang menyedihkan bagi musuh? AS baru berusia 249 tahun. Kekaisaran Persia didirikan lebih dari 2500 tahun yang lalu. Mari kita lihat apa yang terjadi dalam 100 tahun atau lebih," ia menambahkan.
(bac)[Gambas:Video CNN]

