Diserang AS-Israel, Iran Tutup Selat Hormuz Pusat Lalu-lintas Minyak

CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2026 08:10 WIB
Iran menutup jalur vital pengiriman minyak dan gas Selat Hormuz menyusul serangan brutal AS bersama Israel ke Iran pada Sabtu (28/2).
Iran tutup Selat Hormuz, pusat lalu-lintas minyak dunia, setelah diserang Israel-AS. (REUTERS/Hamad I Mohammed)
Jakarta, CNN Indonesia --

Garda Revolusi Iran (IRGC) menutup jalur vital pengiriman minyak dan gas Selat Hormuz menyusul serangan brutal Amerika Serikat bersama Israel ke Iran pada Sabtu (28/2).

Media lokal Iran, Tasnim, melaporkan IRGC mengambil langkah tersebut karena jalur air itu akan berada dalam situasi tak aman saat AS-Israel menyerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"IRGC sudah memperingatkan berbagai kapal bahwa karena suasana yang tak aman di sekitar selat akibat agresi militer AS dan Israel serta tanggapan Iran, saat ini tidak aman untuk melewati selat tersebut," demikian laporan Tasnim, yang dikutip AFP.

Mereka lalu melanjutkan, "Dengan penghentian lalu lintas kapal dan tanker melalui Selat Hormuz, selat tersebut pada dasarnya telah ditutup."

Selat Hormuz terletak di utara Iran, sementara di bagian selatan berada di dekat Uni Emirat Arab dan Oman. Selat ini jadi rute perdagangan vital pasokan minyak dunia.

Iran sementara itu merupakan salah satu negara pemasok minyak utama di dunia dan masuk dalam 10 besar penghasil minyak terbanyak.

Penutupan selat tersebut kemungkinan besar akan menyebabkan harga energi melonjak tajam, terutama di negara-negara yang mengandalkan impor minyak dari negara di Timur Tengah.

Para pengusaha energi siaga tinggi sejak Israel melancarkan serangan serangan mendadak pada 13 Juni tahun lalu. Mereka takut perang tersebut mengganggu distribusi minyak dan gas yang dikirim melalui Selat Hormuz.

Kembali lagi soal serangan AS-Israel, kedua negara ini menggempur habis-habisan Iran pada Sabtu.

Imbas serangan tersebut, 201 orang tewas dan lebih dari 700 jiwa mengalami luka-luka.

Mereka yang juga dilaporkan tewas termasuk Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour.

Israel dan AS juga menyatakan akan terus melakukan serangan besar-besaran ke negara Timur Tengah ini. Mereka disebut menargetkan 30 pemimpin Iran termasuk presiden dan kepala militer.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]