Iran: Semua Fasilitas dan Aset AS-Israel di Timteng Sah untuk Diserang

CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2026 08:20 WIB
Pangkalan militer AS di Qatar, Al-Udeid, jadi target serangan rudal Iran. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, menyatakan bahwa Teheran akan menargetkan "seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset" milik Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Melansir Al Jazeera, pernyataan ini merupakan respons atas eskalasi serangan udara gabungan AS dan Iran yang menghantam wilayah Iran.

Iravani menegaskan bahwa seluruh infrastruktur militer dari "kekuatan musuh" kini dianggap sebagai target sah dalam kerangka hak membela diri Iran yang sah secara hukum.

Dalam pidatonya di hadapan panel PBB, Iravani menyatakan bahwa Iran tidak akan berhenti melakukan serangan balasan selama agresi terhadap kedaulatan mereka masih berlangsung.

Iravani menyebut seluruh aset pasukan asing yang bermusuhan di kawasan kini berstatus objek militer yang sah. Iran menyatakan tetap berkomitmen menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara tetangganya.

Selain itu, Iravani juga menyebut Israel telah "berhasil menyeret Amerika Serikat ke dalam kubangan perang melawan Iran."

AS-Israel Bunuh 100 Anak SD di Iran Adalah Kejahatan Perang

Serangan udara AS-Israel ke wilayah Iran yang menargetkan sekolah dan membunuh lebih dari 100 siswi sekolah dasar sebagai kejahatan perang.

Iravani melayangkan tuduhan serius terhadap AS dan Israel, menyebut serangan mereka "ilegal dan sama sekali tidak memiliki dasar hukum." Ia menuduh adanya penargetan infrastruktur sipil secara sengaja dan terus-menerus.

Salah satu poin yang paling ditekankan adalah serangan terhadap sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Minab. Iravani mengeklaim serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 100 anak-anak.

"Ini bukan sekadar aksi agresi, ini adalah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," tegas Iravani dengan nada bicara yang sangat keras.

Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian mengenai nasib kepemimpinan tertinggi Iran setelah klaim kematian Ayatollah Ali Khamenei oleh Donald Trump.

Pihak Iran di PBB tampak tetap solid dalam memberikan perlawanan diplomatik meskipun situasi di dalam negeri dilaporkan sedang berada di bawah gempuran serangan AS dan Israel.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK