Presiden Iran: Balas Dendam Kematian Khamenei Adalah Kewajiban dan Hak

CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2026 17:40 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya bakal mengerahkan seluruh kekuatan untuk balas dendam atas kematian Ayatollah Ali Khamenei. (AFP/ATTA KENARE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa membalas dendam atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan pejabat senior lainnya adalah "kewajiban dan hak sah" negara tersebut.

"Republik Islam Iran menganggap mencari keadilan dan membalas dendam kepada para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan bersejarah ini sebagai kewajiban dan hak sahnya, dan akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban besar ini," kata Pezeshkian, disiarkan Al Jazeera, Minggu (1/3).

Sebelumnya Pezeshkian dalam pernyataan resminya mengatakan pembunuhan Khamenei adalah 'kejahatan besar'. Dia berjanji akan membalas Amerika Serikat dan Israel atas kematiannya.

Pezeshkian bilang tewasnya Khamenei menjadi titik balik yang menrehkan babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Pengorbanan Khamenei akan menjadi simbol perlawanan.

"Kejahatan besar ini tidak akan dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka halaman baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan menyingkirkan penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis," katanya di keterangan resmi.

Khamenei tewas karena serangan udara yang dikirim Israel dan AS ke Teheran. Anak perempuannya, menantu perempuannya, menantu laki-lakinya dan cucu Khamenei juga tewas.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan balasan dari Iran bakal direspons dengan lebih keras.

"Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Minggu.

"Lebih baik mereka tidak melakukan itu, karena jika mereka melakukannya, kita akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya," ujar Trump lagi.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK