Perang Memanas, Drone Iran Gempur Pangkalan Militer Inggris di Siprus
Sebuah serangan drone diduga milik Iran menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) di Akrotiri, Siprus, pada Senin (2/3), di tengah peperangan antara Iran vs Amerika Serikat-Israel di Timur Tengah.
Serangan ini berlangsung setelah pada Minggu, Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan Inggris telah menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalannya dalam serangan defensif terhadap rudal Iran.
Presiden Siprus dan Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan serangan drone itu menyebabkan kerusakan terbatas pada pangkalan militer meski tanpa korban jiwa.
Insiden ini merupakan serangan pertama terhadap fasilitas militer Inggris tersebut sejak serangan roket oleh militan Libya pada 1986, dan menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Presiden Siprus Nikos Christodoulides menambahkan serangan drone tipe Shahed itu menyebabkan kerusakan ringan setelah jatuh menghantam fasilitas militer pada pukul 00.03 dini hari.
Christodoulides mengatakan dalam pidatonya bahwa "semua layanan berwenang di republik ini berada dalam kondisi siaga dan kesiapan operasional penuh."
"Saya ingin menegaskan: negara kami tidak berpartisipasi dalam bentuk apa pun dan tidak berniat menjadi bagian dari operasi militer apa pun," ujar Christodoulides seperti dikutip Reuters.
Belum jelas dari mana drone Shahed buatan Iran tersebut diluncurkan. Dua sumber yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim menyebutkan bahwa pangkalan Inggris juga berhasil mencegat drone kedua.
Meskipun pangkalan tersebut dianggap sebagai wilayah kedaulatan Inggris, Siprus sendiri merupakan anggota Uni Eropa dan saat ini memegang presidensi bergilir blok tersebut.
Akrotiri, yang terletak di barat daya kota pesisir Limassol, adalah satu dari dua pangkalan yang tetap dipertahankan Inggris di bekas koloninya sejak kemerdekaan pada 1960. Selain fasilitas militer, kawasan itu juga menjadi tempat tinggal keluarga personel yang bertugas.
Otoritas pangkalan mengimbau warga yang tinggal di sekitar Akrotiri untuk tetap berlindung di tempat hingga pemberitahuan lebih lanjut setelah "dugaan dampak drone".
Mereka kemudian menyatakan bahwa personel non-esensial akan dipindahkan, sementara fasilitas Inggris lainnya tetap beroperasi normal.
Akrotiri, yang berada di semenanjung berbentuk persegi di ujung selatan Siprus, sebelumnya digunakan untuk operasi militer di Irak, Suriah, dan Yaman.
(rds)