Fakta-fakta Terkini Perang Iran vs AS-Israel

CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 06:45 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Perang antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel telah memasuki hari keempat per Selasa (3/3).

Seluruh pihak mengintensifkan serangan masing-masing hingga konflik meluas ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah. Israel mulai menargetkan kelompok milisi Hizbullah di Lebanon.

Berbagai serangan udara saat ini juga dilaporkan mengenai wilayah Irak, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) hingga Siprus. Sejumlah kapal di Selat Hormuz turut dikabarkan menjadi sasaran gempur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut fakta-fakta terkini perang Iran vs AS-Israel.

Trump klaim 48 pemimpin Iran tewas

Presiden AS Donald Trump mengeklaim operasi gabungan AS-Israel telah menewaskan 48 pemimpin Iran. Hal itu dia sampaikan dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (1/3).

"Prosesnya berjalan dengan sangat cepat. Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kami raih, 48 pemimpin tewas sekaligus," ucap Trump.

Mahmoud Ahmadinejad sempat dikabarkan tewas

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sempat dikabarkan tewas dalam serangan AS-Israel pada Sabtu. Kabar itu dilaporkan media lokal.

Namun, ajudan dekat Ahmadinejad membantah laporan tersebut pada Minggu (1/3). Ia menyebut Ahmadinejad dalam keadaan baik meski terluka.

Ia tak menampik bahwa ada bagian bangunan di kediaman Ahmadinejad yang terkena serangan AS-Israel.

Kuwait salah tembak 3 jet tempur F-15 AS

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), militer AS yang bertanggung jawab di wilayah Timur Tengah, menyampaikan tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Washington "secara keliru ditembak jatuh" oleh militer Kuwait.

"Seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat, telah dievakuasi dengan aman, dan dalam kondisi stabil. Kuwait telah mengakui insiden ini dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait dan dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini," demikian pernyataan CENTCOM.

Militer Kuwait pada Senin (2/3) melaporkan sistem pertahanan udara mereka telah "menghadapi dan mencegat" sejumlah target di udara.

Ayatollah Alireza Arafi pengganti sementara Khamenei

Iran telah menunjuk ulama senior, Ayatollah Alireza Arafi, untuk memimpin Dewan Kepemimpinan sementara yang akan mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi Iran pasca wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.

Kantor berita mahasiswa Iran ISNA melaporkan Arafi akan memimpin dewan tersebut bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei.

Dewan ini akan memimpin Iran untuk sementara hingga penerus Khamenei dipilih oleh Majelis Ahli.

Iran serang kapal induk AS pakai 4 rudal

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (1/3) menyerang kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dengan empat rudal balistik. Serangan itu disampaikan kantor humas IRGC.

"Kapal USS Abraham Lincoln telah menjadi sasaran empat rudal balistik sebagai bagian dari Operasi True Promise 4," demikian laporan media yang dikendalikan pemerintah, Tasnim News Agency.

Menurut Tasnim, serangan Teheran kini telah memasuki fase baru, di mana wilayah darat dan laut menjadi medan perang. Iran bersumpah kedua wilayah itu akan menjadi "tempat pemakaman para agresor teroris".

3 kapal di Selat Hormuz diserang

Badan keamanan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan tiga kapal di Selat Hormuz menjadi sasaran gempur pada Minggu (1/3).

Salah satu kapal disebut kena "proyektil tak dikenal" di lepas pantai Oman, hingga ruang mesinnya sempat terbakar.

Kapal kedua dilaporkan "terkena proyektil tak dikenal yang mengakibatkan kebakaran". Perusahaan keamanan maritim swasta Vanguard Tech mengindikasikan kapal tersebut ialah tanker, yang berlokasi 17 mil laut di sebelah barat laut Mina Saqr, UEA.

Kapal ketiga dilaporkan kena ledakan proyektil saat berada 35 mil laut di sebelah barat Kota Sharjah, UEA.

Pangkalan Inggris di Siprus diserang

Pada Minggu (1/3), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan mengizinkan pangkalan militer Inggris digunakan AS untuk menyerang Iran. Tujuannya, untuk menghentikan serangan rudal Iran.

Sehari setelahnya atau pada Senin (2/3), drone Shahed Iran dilaporkan menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Akrotiri. Ada "kerusakan terbatas" imbas serangan tersebut.

Inggris memiliki dua Area Pangkalan Berdaulat (Sovereign Base Area/SBA) di Siprus, yakni Akrotiri dan Dhekelia. Ini adalah wilayah milik Inggris secara hukum di dalam Siprus.

Prancis, Jerman, Inggris Dukung Saudi Cs Lawan Iran

Prancis, Jerman, dan Inggris pada Minggu (1/3) mengeluarkan pernyataan bersama bahwa mereka siap melawan Iran demi membela kepentingan mereka dan kepentingan sekutu di Timur Tengah.

"Serangan sembrono Iran telah menyasar sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh kawasan," demikian pernyataan bersama tersebut, seperti dikutip AFP.

"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan ini, melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran dalam menembakkan rudal dan drone," lanjut ketiga negara Eropa

Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebelumnya mengeluarkan pernyataan bersama yang mengindikasikan siap melawan Iran. Pernyataan itu merespons serangan Iran yang memasuki wilayah mereka.

"[Kami] akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela keamanan dan stabilitas serta untuk melindungi teritori, warga negara, dan penduduk, termasuk opsi untuk menanggapi agresi ini," demikian pernyataan bersama tersebut.

(blq/dna)