Perang AS-Israel vs Iran, KBRI Riyadh Imbau WNI di Saudi Waspada

CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 11:46 WIB
KBRI di Riyadh mengimbau warga negara Indonesia di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi keamanan terbaru di negara itu.
KBRI minta WNI di Saudi waspada di tengah perang Iran vs AS dan Israel. (REUTERS/US Navy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah perang AS-Israel vs Iran.

Dalam pernyataan resmi di unggahan Instagram @indonesiainriyadh, KBRI Riyadh meminta WNI menghindari wilayah yang berpotensi menjadi titik kerawanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial," demikian pernyataan KBRI Riyadh.

KBRI juga mengingatkan agar WNI tetap berada di lokasi yang aman dan mematuhi arahan otoritas setempat.

"WNI diharapkan tetap berada di lokasi yang aman, mematuhi arahan otoritas setempat, serta memantau informasi resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan KBRI Riyadh," tulis pernyataan itu.

Dalam imbauannya, KBRI itu menegaskan pentingnya mengikuti perkembangan informasi resmi guna menjaga keselamatan di tengah situasi keamanan yang berkembang.

Ledakan mengguncang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (3/3) pagi waktu setempat.

Satu orang saksi mengatakan ledakan itu disusul kobaran api kecil dan asap hitam di kawasan diplomatik.

Dilansir Reuters, Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan gedung itu dihantam dua serangan drone, namun tidak ada staf di lokasi karena telah berlindung di shelter.

Serangan ini berlangsung usai Departemen Luar Negeri AS menghimbau warganya untuk segera keluar dari 15 negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, menyusul serangan balasan Iran.

[Gambas:Instagram]

(rnp/bac)


[Gambas:Video CNN]