Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan bersama ke Iran yang mengganggu stabilitas di kawasan Timur Tengah sejak Sabtu (28/2).
Di hari yang sama, Iran membalas serangan AS-Israel. Pasukan Garda Revolusi Islam mengincar pangkalan militer AS di negara-negara Arab dan aset Israel.
Serangan AS-Israel menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas, dan pejabat tinggi Iran lain. Kematian Khamenei baru dikonfirmasi pada Minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah memporak-porandakan Iran, AS dan Israel kian gencar menggempur mereka. Teheran tentu tak mau diam. Usai Khamanei dinyatakan meninggal, pasukan IRGC menyerang 27 pangkalan AS di Timur Tengah.
Di tengah perang yang berlangsung, sederet negara turut melayangkan kesediaan membantu AS-Israel menggempur atau berpotensi melakukan serangan ke Iran.
Berikut daftar negara yang buka kemungkinan bisa ikut menyerang Iran:
Inggris
Inggris adalah negara terbaru yang ikut membantu AS-Israel untuk menggempur Iran.
Perdana Menteri Keir Statmer membeberkan Inggris sudah menerima permintaan dari AS yang ingin menggunakan pangkalan militer mereka di Timur Tengah.
"Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat," kata dia dalam video, dikutip situs resmi pemerintah Inggris pada Minggu (1/3).
Dasar keputusan Inggris, lanjut dia, adalah pertahanan diri kolektif dari teman dan sekutu lama, untuk melindungi nyawa warga Inggris, dan sesuai hukum internasional.
Prancis
Prancis menyatakan "siap" membela negara-negara Teluk Arab dan Yordania dari serangan Iran jika diperlukan, menyusul serangan balasan Teheran ke situs militer Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot mengatakan Prancis melayangkan solidaritas dan mendukung penuh terhadap negara-negara Arab yang terkena imbas serangan Iran. Teheran telah meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk dengan menyatakan bahwa sasaran mereka adalah pangkalan militer Amerika.
[Gambas:Video CNN]
Serangan itu terjadi setelah Iran dihantam rudal AS dan Israel sejak Sabtu yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
"Kepada negara-negara sahabat yang secara sengaja menjadi sasaran rudal dan drone Garda Revolusi (Iran) dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih-Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania-Prancis menyampaikan dukungan penuh dan solidaritas total," kata Barrotpada Senin (1/3) seperti dikutip AFP.
"Prancis siap, sesuai dengan perjanjian yang mengikatnya dengan para mitra serta berdasarkan prinsip pembelaan diri kolektif dalam hukum internasional, untuk ambil bagian dalam pertahanan mereka," tambahnya.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi menyatakan siap menyerang Iran usai wilayah mereka terkena hantaman rudal pada Sabtu.
Saudi mengonfirmasi Ibu Kota Riyadh dan wilayah timur negaranya jadi target Iran.
"Kerajaan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan melindungi wilayah, negara, dan penduduknya, termasuk dengan opsi membalas agresi tersebut," demikian pernyataan resmi Saudi.
Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab juga memberi sinyal akan menanggapi serangan Iran.
Dalam rilis resmi, UEA menegaskan penolakan mereka terhadap penggunaan wilayah negara-negara regional sebagai arena untuk menyelesaikan sengketa atau memperluas cakupan konflik.
Mereka juga menyoroti dampak serius pelanggaran yang berkelanjutan, yang merusak keamanan regional dan internasional serta mengancam stabilitas ekonomi global dan keamanan energi.
"UEA menggarisbawahi bahwa pihaknya mempertahankan hak penuh dan sahnya untuk menanggapi serangan-serangan ini dengan cara yang melindungi kedaulatan, keamanan nasional, dan integritas wilayahnya, serta memastikan keselamatan warga negara dan penduduknya, sesuai dengan hukum internasional," demikian pernyataan resmi UEA.
Pernyataan itu juga menerangkan, "UEA tak akan mentolerir kompromi apa pun terhadap keamanan atau kedaulatannya dalam keadaan apa pun."
Qatar
Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengecam dan menyatakan akan menanggapi segala bentuk serangan yang menyasar kedaulatan mereka.
"Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Negara Qatar berhak sepenuhnya untuk menanggapi serangan ini sesuai dengan ketentuan hukum internasional dan dengan cara yang proporsional dengan sifat agresi tersebut, untuk membela kedaulatannya dan untuk melindungi keamanan serta kepentingan nasionalnya," demikian rilis Kemlu Qatar.
Kuwait
Kuwait turut mengecam serangan Iran yang dianggap menargetkan wilayahnya dan melanggar kedaulatan negara tersebut.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Kuwait menegaskan hak penuh dan inheren untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB sebagai tanggapan terhadap agresi terang-terangan, dengan cara yang proporsional dengan skala dan sifat serangan serta sesuai dengan hukum internasional, demikian dikutip Qatar News Agency.
Bahrain
Bahrain juga tak beda jauh dengan negara-negara Arab lain. Mereka menganggap serangan Iran merupakan ancaman serius terhadap keselamatan nyawa warga sipil.
Kementerian Luar Negeri Bahrain, dalam rilis resminya, juga meminta komunitas internasional mengutuk serangan Iran. Bahrain bahkan ikut mencegat rudal yang masuk ke wilayah mereka, yang menurut Teheran, ditujukan ke pangkalan militer AS.
"Hal itu menegaskan kembali bahwa negara-negara tetap memiliki hak yang sah untuk menanggapi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan, keamanan, stabilitas, dan keselamatan warga negara serta penduduknya," demikian pernyataan Kemlu Bahrain.
Negara-negara Teluk
Dalam pernyataan bersama Amerika Serikat dan sejumlah negara Teluk menegaskan bahwa mereka mengecam dan menyatakan berhak membela diri atas serangan Israel.
"Kami bersatu dalam membela warga negara, kedaulatan, dan wilayah kami, dan menegaskan kembali hak kami untuk membela diri dalam menghadapi serangan-serangan ini," demikian pernyataan bersama itu, dikutip situs resmi pemerintah AS.
Negara-negara tersebut di antaranya: Arab Saudi, Bahrain, Irak (termasuk wilayah kurdistan Irak), Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
Di luar itu, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) juga punya Piagam dan Perjanjian Pertahanan Bersama yang mirip kesepakatan aliansi militer Atlantik Utara (NATO).
Perjanjian GCC berisi setiap serangan terhadap negara anggota mana pun merupakan serangan langsung terhadap semua anggota GCC, demikian dikutip GUlf News.
Anggota GCC meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.