Muncul Luka Ruam Merah di Leher Trump, Sakit Apa?
Ruam merah terlihat di leher Presiden Amerika Serikat Donald Trump, saat ia menghadiri acara di Gedung Putih pada Senin (2/3).
Dalam foto AFP, terlihat kemerahan dan beberapa keropeng di sisi kanan leher Trump yang terlihat di atas kerah bajunya.
Kondisi ruam kemerahan itu tampak memanjang hingga terlihat di bagian belakang telinga kanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruam merah itu terlihat saat upacara pemberian Medal of Honor, setelah akhir pekan yang sibuk di mana Trump meluncurkan serangan militer AS ke Iran.
Dokter pribadi Trump, Sean P. Barbabella, mengatakan ruam merah itu muncul akibat penggunaan krim medis sebagai perawatan kulit yang bersifat "pencegahan".
"Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum digunakan, di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit pencegahan, dan diresepkan oleh Dokter Gedung Putih," kata Barbabella kepada AFP.
"Presiden menggunakan perawatan ini selama satu pekan, dan kemerahan diperkirakan akan bertahan beberapa pekan," tambah dia.
Dilansir The New York Times, kondisi kesehatan Trump telah lama menjadi sorotan publik. Sebelumnya, Trump juga terlihat dengan memar di tangannya, yang menurut Gedung Putih disebabkan oleh penggunaan aspirin.
Trump juga beberapa kali mengalami pembengkakan di kakinya, serta beberapa momen di mana ia tampak mengantuk saat acara publik.
Gedung Putih mengungkapkan musim panas lalu bahwa pembengkakan kaki Trump didiagnosis sebagai gejala insufisiensi vena kronis, yaitu kondisi ketika pembuluh darah kesulitan mengalirkan darah kembali ke jantung.
Selama lebih dari satu dekade, Trump dan tim medisnya kerap merilis pernyataan singkat yang dinilai samar atau terlalu positif mengenai kondisi kesehatannya.
Pada 2015, dokter pribadinya bahkan menyebut Trump sebagai calon presiden paling sehat, sementara pada 2018 dokter Gedung Putih mengatakan ia bisa hidup hingga usia 200 tahun dengan pola makan lebih baik.
Spekulasi tentang kesehatan Trump terus muncul karena ia jarang menjelaskan detail perawatan medisnya.
Menjelang pemilu 2024, laporan kesehatannya juga dirilis secara terbatas tanpa informasi dasar, dan Trump menolak membuka sebagian besar rekam medisnya.
Kekhawatiran serupa pernah muncul saat ia sakit Covid-19 pada Oktober 2020, ketika tingkat keparahan kondisinya baru terungkap setelah ia meninggalkan jabatan.
