Israel Gempur Teheran, Bom Kantor Presiden & Dewan Keamanan Iran

CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 17:21 WIB
Militer Israel melancarkan serangan udara lagi ke Teheran, Iran, dan kini menargetkan kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional, Selasa (3/3). (Foto: REUTERS/Evgenia Novozhenina)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Israel melancarkan serangan udara lagi ke Teheran, Iran, dan kini menargetkan kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional, Selasa (3/3).

Melalui pernyataan, militer Israel mengeklaim serangan itu berhasil melumpuhkan fasilitas kompleks kepresidenan Iran.

"Angkatan Udara Israel telah menyerang dan melumpuhkan fasilitas di dalam kompleks kepemimpinan rezim teroris Iran di jantung Teheran semalaman," bunyi pernyataan militer Israel seperti dikutip AFP.

"Dalam serangan terhadap kompleks tersebut, sejumlah besar amunisi dijatuhkan ke kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional Tertinggi," tambah pernyataan militer Israel.

Meski begitu, belum jelas posisi Presiden Iran Masoud Pezeshkian apakah ada di kompleks tersebut atau tidak ketika serangan terjadi.

Belum ada pula konfirmasi Iran terkait klaim serangan Israel ini.

[Gambas:Video CNN]

Pezeshkian menjadi salah satu petinggi Iran yang selamat dari serangan gabungan Israel-Amerika Serikat pada Sabtu (28/2) lalu. Serangan itu menewaskan Menhan Iran, Komandan IRGC, hingga Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Sejak kematian Khamenei terkonfirmasi, Iran saat ini sibuk mencari sosok pengganti yang akan berkuasa penuh atas negara tersebut di saat masih menghadapi kemungkinan serangan Israel dan AS.

Iran telah menunjuk ulama senior, Ayatollah Alireza Arafi, memimpin Dewan Kepemimpinan Sementara yang akan mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi setelah kematian Khamenei.

CBS mengutip laporan kantor berita mahasiswa Iran ISNA, menyatakan Arafi akan memimpin bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei dalam Dewan Kepemimpinan sementara itu.

Majelis Ahli Iran menyatakan proses pemilihan pemimpin tertinggi baru yang akan mengganti mendiang Khamenei "tidak akan berlangsung lama."

Majelis Ahli Iran merupakan lembaga yang bertugas memilih Pemimpin Tertinggi Iran.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK