8 Negara Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Ada Tetangga RI

CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 06:00 WIB
Serangan Israel yang dibantu Amerika Serikat ke Iran membuat dunia bereaksi, itu karena serangan terjadi secara sepihak hingga menimbulkan korban nyawa.
Foto: AFP/Toshifumi Kitamura

5. Pakistan

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, pada Sabtu mengutuk serangan Israel-AS terhadap Iran dan mengatakan serangan tersebut tidak beralasan. Ia menyerukan penghentian segera konflik tersebut.

6. Spanyol

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam aksi militer sepihak AS- Israel terhadap Iran.

"Kami menolak aksi militer sepihak oleh Amerika Serikat dan Israel, yang merupakan eskalasi dan berkontribusi pada tatanan internasional yang lebih tidak pasti dan bermusuhan. Kami juga menolak tindakan rezim Iran dan Garda Revolusi," tulis Sanchez di X.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menuntut de-eskalasi segera dan penghormatan penuh terhadap hukum internasional. Sudah saatnya untuk melanjutkan dialog dan mencapai solusi politik yang langgeng untuk kawasan ini," tambah Sanchez.

7. Kuba

Kuba adalah musuh bebuyutan Amerika Serikat. Maka saat AS da Israel serang Iran, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez menyatakan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. "Tindakan keji ini merupakan pelanggaran terhadap semua norma hukum internasional," kata Diaz-Canel melalui platform X.

8. Malaysia

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim tak ketinggalan mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Menurutnya, hal tersebut menempatkan Timur Tengah dalam ketidakstabilan.

"Saya mengecam pembunuhan Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Tindakan ini menempatkan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan yang serius dan berkelanjutan," kata Anwar dalam keterangan di Kuala Lumpur, Minggu (1/3/2026).

Dia mengatakan pihak yang menyambut kematian Khamenei perlu menyadari konsekuensinya, juga menegaskan ancaman bersifat eksistensial jarang menghasilkan reaksi yang dapat diprediksi.

Menurutnya, penargetan secara sengaja terhadap kepala negara menetapkan preseden berbahaya dan melemahkan prinsip yang menopang tatanan internasional.

(imf/bac)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2