Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan di Kota Suci Mashhad

CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 05:10 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, tewas dalam serangan AS-Israel. Pemakamannya di Mashhad, Iran, sementara negara bersiap menghadapi balasan militer.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Israel-Amerika Serikat pada Sabtu (28/2), akan dimakamkan di kota suci Mashhad. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Israel-Amerika Serikat pada Sabtu (28/2), akan dimakamkan di kota suci Mashhad.

Informasi itu menurut laporan kantor berita Fars, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (4/3).

Khamenei, yang meninggal pada usia 86 tahun setelah memimpin negara selama 36 tahun, berasal dari Mashhad, kota terbesar kedua di Iran, tempat ayahnya dimakamkan di makam Imam Reza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggal pemakaman belum diumumkan.

Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2) pagi. Ia diserang saat sedang bertugas di kantornya.

Iran murka dan meluncurkan serangan balasan bertubi-tubi ke wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Ledakan dan serangan dilaporkan terjadi di negara-negara Teluk, yakni Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Irak

Sejak kematian Khamenei terkonfirmasi, Iran saat ini sibuk mencari sosok pengganti yang akan berkuasa penuh atas negara tersebut di saat masih menghadapi kemungkinan serangan Israel dan AS.

Iran telah menunjuk ulama senior, Ayatollah Alireza Arafi, memimpin Dewan Kepemimpinan Sementara yang akan mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi setelah kematian Khamenei.

Sebelumnya Komandan Keamanan Iran, Ali Larijani, mengeluarkan ancaman untuk Amerika Serikat dan Israel dengan menyatakan Iran siap menjalani perang yang panjang melawan AS dan Israel.

Larijani mengatakan militer Iran sudah terlatih untuk menjalani perang yang panjang. Selain itu, pemerintah Iran juga tidak peduli dengan uang yang harus dikeluarkan untuk perang melawan Israel dan AS.

"Iran, tidak seperti Amerika Serikat, sudah siap menjalani perang yang panjang. Iran akan membela diri tanpa mempedulikan biaya apa pun," tulis Larijani melalui akun X, Senin (2/4), dikutip dari Al Arabiya.

(fra/aj/fra)


[Gambas:Video CNN]