Ditutup Iran, Trump Sebut AS Mau Kawal Kapal di Selat Hormuz

CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 07:40 WIB
Presiden Donald Trump mengatakan AS bakal mengawal kapal-kapal tanker yang melewati Selat Hormuz, usai diblokade Iran.
Ilustrasi. Trump sebut AS bakal kawal kapal yang akan melintas di Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengatakan militer Amerika Serikat akan mengawal kapal-kapal tanker di Selat Hormuz usai diblokade Iran.

Komitmen itu Trump ungkapkan via unggahan di media sosial buatannya, Truth Social, pada Selasa (3/3).

"Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin," kata Trump di unggahan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia lalu berujar, "Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan ALIRAN BEBAS ENERGI ke DUNIA. KEKUATAN EKONOMI dan MILITER Amerika Serikat adalah YANG TERBESAR DI BUMI."

Harga minyak melonjak lebih dari 15 persen sejak AS dan Israel meluncurkan operasi militer bersama ke Iran sejak akhir pekan lalu.

Biaya diperkirakan akan meningkat lebih tinggi lagi karena pasokan minyak berkurang usai Iran menutup Selat Hormuz, serta serangan terhadap instalasi energi di kawasan Timur Tengah, demikian dikutip Al Jazeera.

Di kesempatan itu, Trump juga telah memerintahkan Perusahaan Pembiayaan Pengembangan AS (Development Finance Corporation/DFC) untuk memberi harga wajar, asuransi risiko politik, hingga jaminan keamanan keuangan seluruh perdagangan maritim terutama energi yang melewati Teluk.

DFC merupakan lembaga keuangan pembangunan AS yang didirikan pada 2019.

Lembaga tersebut bermitra dengan sektor swasta untuk membiayai proyek infrastruktur, energi, dan kesehatan di negara berpenghasilan rendah/menengah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung kebijakan luar negeri AS.

"Ini akan tersedia untuk semua Perusahaan Pelayaran," kata dia.

Pernyataan Trump muncul saat Timur Tengah membara imbas serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan balik ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan, serta menutup Selat Hormuz.

Selat Hormuz terletak di utara Iran, sementara di bagian selatan berada di dekat Uni Emirat Arab dan Oman. Selat ini jadi rute perdagangan vital pasokan minyak dunia.

Iran sementara itu merupakan salah satu negara pemasok minyak utama di dunia dan masuk dalam 10 besar penghasil minyak terbanyak di dunia.

(isa/dna)