Trump Beri Nilai Perang Iran dengan Skala 15 dari 10
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang dengan Iran sebagai keberhasilan besar. Trump bahkan memberi nilai perang Iran ini dengan skala 15 dari 10.
"Saya akan mengatakan-seseorang bertanya pada skala 10, di mana Anda akan memberi nilai? Saya mengatakan sekitar 15," katanya di Gedung Putih, Rabu (4/3), dikutip dari CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian Trump sesuai dengan penilaian pejabat administrasi lainnya yang memberikan pembaruan tentang konflik tersebut pada Rabu pagi.
Trump mengatakan, "rudal Iran sedang dihancurkan dengan cepat, peluncur mereka sedang dihancurkan."
Ia mengakui serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya, tetapi tidak membahasnya secara mendalam.
"Mereka menyerang negara-negara tetangga mereka. Mereka menyerang, dalam beberapa kasus, sekutu mereka, atau, belum lama ini sekutu mereka. Dan, Anda tahu, itu benar-benar negara yang di luar kendali," ujarnya.
Di sisi lain, Trump kembali mengisyaratkan bahwa ia tidak memiliki pandangan tentang siapa yang mungkin memimpin Iran selanjutnya setelah para pemimpin seniornya terbunuh.
"Kepemimpinan mereka benar-benar runtuh dengan cepat. Setiap orang yang tampaknya ingin menjadi pemimpin, akhirnya meninggal," ujarnya.
Lebih lanjut, Trump mengklaim Iran akan memiliki senjata nuklir jika ia tidak membatalkan kesepakatan nuklir "Obama" bertahun-tahun yang lalu.
Ia memuji perang AS-Israel terhadap Iran dan mengatakan bahwa perang tersebut berada dalam "posisi yang sangat kuat".
"Ini adalah hal luar biasa yang terjadi tepat di depan mata Anda karena selama 47 tahun kita diperlakukan semena-mena dan seharusnya tidak demikian," katanya.
"Kita membuat kemajuan yang luar biasa. Rudal-rudal mereka sedang dihancurkan... Ini adalah demonstrasi kekuatan militer yang hebat," ujar Trump menambahkan.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat 28 Februari lalu. Ia diserang saat sedang bertugas di kantornya.
Iran murka dan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Ledakan dan serangan dilaporkan terjadi di negara-negara Teluk, yakni Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, hingga Irak buntut aksi balas dendam tersebut.
(cnn/aj/fra)[Gambas:Video CNN]

