Operasi 'Licik' Israel Disebut Mau Adu Domba Iran vs Negara Arab
Akal-akalan Israel Adu Domba Iran vs Negara Arab
Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia, Yon Machmudi, meyakini Israel melancarkan false flag operation di tengah upaya Iran membalas serangan Tel Aviv dan Washington ke situs-situs militer AS, termasuk menyerang situs sipil dan energi negara di Timur Tengah.
Yon bahkan meyakini serangan drone ke kilang minyak Aramco merupakan "sabotase" yang dilakukan Israel demi menyudutkan Iran di antara negara Timur Tengah lainnya.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya itu kan sepertinya sabotase yang dilakukan Israel agar kemudian negara-negara teluk itu terseret dalam perang melawan Iran," ujar Yon kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (4/3).
"Karena kalau mereka (Iran vs negara Arab) kemudian berkonflik, berperang, itu kan pasti menguntungkan Israel karena tidak lagi fokus mengurusi atau melihat kejahatan Israel di Palestina maupun di kawasan," paparnya menambahkan.
Menurut Yon, praktik ini sudah "lumrah" dan sering dilakukan Israel untuk mengacaukan Timur Tengah dan memenuhi ambisinya di kawasan.
Lihat Juga : |
Praktik false flag operation ini, kata Yon, kerap dilakukan Israel melalui Mossad dan pernah terjadi dalam perang Arab-Israel pada 1948 dan Perang Enam Hari 1967.
"Terutama setelah 1948, mereka (Israel) banyak melakukan pengeboman di wilayah-wilayah Arab bahkan komunitas warganya sendiri orang Yahudi seperti mengebom sinagoge (di negara Arab) supaya memicu sentimen bahwa warga negara tersebut membenci Yahudi sehingga orang-orang Yahudi eksodus ke wilayah pendudukan Israel, karena mereka sedang butuh penduduk juga," kata Yon.
(rds/bac)[Gambas:Video CNN]

