Tudingan Serangan Iran ke Timteng dan False Flag Operation Israel
Serangan ke Turki hingga NATO turun tangan
Pertahanan udara aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menghancurkan rudal balistik diduga milik Iran yang menuju wilayah udaraTurki pada Rabu (4/3).
Kementerian Pertahanan Turki melaporkan rudal itu melewati Irak dan Suriah, lalu ditembak sistem pertahanan udara dan rudal NATO di Laut Mediterania timur.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Hakan Fidan sampai menyampaikan protes langsung ke Menlu Iran Abbas Araghchi melalui telepon setelah insiden tersebut. Namun, Iran membantah serangan tersebut.
Teheran menegaskan menghormati kedaulatan Ankara.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menghormati kedaulatan negara tetangga yang bersahabat, Turki, dan membantah telah menembakkan rudal apa pun ke teritorialnya," kata Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran seperti dikutip CNN.
Serangan ke pelabuhan Oman
Serangan drone menghantam pelabuhan Duqm hingga melukai satu orang pada Minggu (1/3). Satu kapal tanker minyak di lepas pantai Oman juga ikut kena serangan udara.
Namun, Iran lagi-lagi membantah serangan ke Oman. Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran membantah melancarkan agresi apa pun terhadap Oman.
Serangan drone ke Siprus dibantah Inggris dilakukan oleh Iran
Sebuah serangan drone yang awalnya diduga milik Iran menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) di Akrortiri, Siprus, Senin (2/3).
Presiden Siprus dan Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan serangan drone itu menyebabkan kerusakan terbatas pada pangkalan militer meski tanpa korban jiwa.
Meskipun pangkalan tersebut dianggap sebagai wilayah kedaulatan Inggris, Siprus sendiri merupakan anggota Uni Eropa dan saat ini memegang presidensi bergilir blok tersebut.
Lihat Juga : |
Akrotiri, yang terletak di barat daya kota pesisir Limassol, adalah satu dari dua pangkalan yang tetap dipertahankan Inggris di bekas koloninya sejak kemerdekaan pada 1960. Selain fasilitas militer, kawasan itu juga menjadi tempat tinggal keluarga personel yang bertugas.
Belakangan, Inggris mengonfirmasi bahwa serangan dron itu bukan datang dari Iran.
Semalaman, jet Typhoon dan F-35B AU Inggris melanjutkan operasi pertahanan udara di sepanjang timur tengah dengan dukungan dari pesawat BBM Voyager dalam mempertahankan kepentingan Inggris dan sekutu," demikian pernyataan Kemhan Inggris.
"Kementerian Pertahanan dapat memastikan bahwa drone yang menyerupai jenis Shahed yang menargetkan AU Inggris di Akrotiri, Siprus, pada tengah malam 2 Maret tidak diluncurkan dari Iran," lanjut pernyataan tersebut.
Namun, Inggris hingga kini belum mengonfirmasi detail lokasi asal drone tersebut diluncurkan.
(rds)[Gambas:Video CNN]

