Iran Bantah Tentara AS Tewas, Klaim Mereka Ditawan
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, membantah klaim bahwa sejumlah prajurit Amerika Serikat tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Iran.
Ia menyatakan para personel militer AS tersebut sebenarnya ditawan, bukan gugur dalam pertempuran.
"Saya mendapat laporan bahwa beberapa tentara Amerika telah ditawan. Namun pihak Amerika mengeklaim mereka tewas dalam pertempuran," tulis Larijani melalui akun X miliknya, Minggu (8/3).
Larijani tidak merinci identitas maupun jumlah prajurit AS yang disebut-sebut telah ditawan oleh Iran. Ia juga tidak menjelaskan bagaimana proses penangkapan tersebut terjadi.
Meski demikian, ia menuding pemerintah AS tidak menyampaikan fakta yang sebenarnya terkait insiden tersebut.
"Terlepas dari upaya mereka yang sia-sia, kebenaran bukanlah sesuatu yang bisa mereka sembunyikan lama," ujarnya.
Sebelumnya, United States Central Command (CENTCOM) melaporkan enam prajurit AS "gugur dalam pertempuran" di Kuwait pada Minggu (1/3).
Keenam tentara tersebut adalah Kapten Cody A. Khork (35) dari Winter Haven, Florida; Sersan 1 Noah L. Tietjens (42) dari Bellevue, Nebraska; Sersan 2 Nicole M. Amor (39) dari White Bear Lake, Minnesota; Sersan Declan J. Coady (20) dari West Des Moines, Iowa; Kepala Perwira Warrant 3 Robert Marzan (54) dari Sacramento; serta Mayor Jeffrey O'Brien (45) dari Indianola, Iowa.
"Kami menghormati para pahlawan kami yang gugur, yang telah mengabdi tanpa rasa takut dan tanpa pamrih untuk membela bangsa. Pengorbanan mereka dan keluarga mereka tidak akan pernah dilupakan," kata Letnan Jenderal Robert Harter, kepala cadangan Angkatan Darat AS, Selasa (3/3).
Menurut laporan militer AS, para tentara tersebut tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait. Seluruhnya diketahui bertugas di Komando Logistik ke-103 yang berbasis di Des Moines.
(blq/tis)