Iran Perang Habis-habisan Lawan AS, Kenapa Houthi Masih Diam?

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 05:30 WIB
Milisi Houthi di Yaman masih tetap diam kala AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan ke Iran selama sepekan terakhir.
Penampakan kerusakan di Teheran selama serangan gabungan AS dan Israel. Foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Kendati demikian, Huraibi percaya Houthi akan memasuki perang apabila Iran memintanya. Menurutnya, keterlibatan Houthi di perang ini hanyalah masalah waktu.

"Teheran tidak ingin menggunakan semua kartunya sekaligus, dan berniat menyimpan Houthi untuk fase berikutnya," kata Huraibi.

"Saya yakin keterlibatan Houthi dalam perang hanyalah soal waktu," tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Huraibi, jika serangan AS-Israel terhadap Iran tak kunjung berhenti, Houthi tentu akan langsung bersikap. Kelompok itu saat ini pasti sudah mempersiapkan perlawanan di Sanaa dan provinsi-provinsi yang mereka kuasai.

Lebih lanjut, Huraibi juga menilai Houthi masih bisa menciptakan kekacauan di Laut Merah, tempat mereka biasa menyerang kapal-kapal terkait AS dan Israel. Houthi bahkan bisa meluncurkan drone dan rudal langsung ke wilayah Israel jika memang diperlukan.

"Langkah ini kemungkinan akan terwujud, dan ini bergantung pada waktu yang ditetapkan Houthi dan Iran," ucapnya.

Nevola senapas dengan Huraibi soal ini. Ia berujar Houthi tampaknya sedang dijadikan kartu AS oleh Iran yang menganggap Yaman sebagai "tempat berlindung yang aman".

"Sekarang setelah semua kelompok aktor Poros [Perlawanan] terlibat serangan langsung, maka memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang dari Yaman, dan menjaga rezim Houthi sebagai tempat berlindung yang aman, mungkin telah menjadi prioritas strategis (Iran)," ucap Nevola.

Incar sistem pertahanan AS-Israel

Menurut Nevola, Houthi memiliki kemampuan untuk menyerang banyak target dengan rudal dan drone. Jika perang AS-Israel vs Iran memanas, dan Houthi mulai merasa terancam, serangan udara mereka bisa menyerbu dan membuat kewalahan Israel dan AS.

"Apabila konfil berlanjut, dan Houthi merasa terancam oleh serangan langsung, mereka bisa memperluas target hingga mencakup wilayah Israel, kapal perang AS, dan aset militer AS di kawasan tersebut. Serta juga mitra Israel di kawasan seperti UEA dan Somaliland," kata Nevola.

Selama lebih dari sepekan, rentetan rudal dan drone Iran telah mengusik sistem pertahanan udara AS dan Israel. Oleh karena itu, serangan udara dari Houthi bisa lebih merusak lagi.

"Serangan drone dan rudal jarak jauh Houthi terhadap negara-negara Teluk dan Israel bisa jadi lebih efektif pada tahap berikutnya dari konflik, ketika sistem pertahanan udara mungkin menghadapi kendala pasokan. Terbukanya front selatan tambahan dapat semakin menambah tekanan pada pertahanan udara Israel," papar Nevola.

Dari akhir tahun 2023 hingga 2025, Houthi telah menggencarkan serangan terhadap kapal-kapal di sepanjang Laut Merah. Kampanye militer itu menewaskan sedikitnya sembilan pelaut dan menenggelamkan empat kapal.

Serangan itu juga mengganggu lalu lintas di Laut Merah, yang sebelum perang dilalui oleh barang senilai sekitar 1 triliun dolar AS setiap tahun.

(blq/dna/bac)

HALAMAN:
1 2