Bersumpah 'Ratakan' Israel, Iran Pakai Semua Rudal Peledak 1 Ton Lebih
Iran bersumpah akan semakin gencar membombardir dan 'meratakan' kota-kota di Israel termasuk Tel Aviv.
Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Hossein Majid bahkan menegaskan kepada media Iran Mousavi, Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran akan memakai semua stok rudalnya yang memiliki hulu ledak minimal satu ton untuk melancarkan gempuran masif ke Israel,
Majid mengatakan rudal-rudal tersebut akan diarahkan ke Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah, dikutip dari Middle East Monitor.
IRGC juga mengatakan sempat meluncurkan sejumlah rudal balistik 'kelas berat' berjenis hipersonik dengan daya ledak tinggi ke target-target di Israel. Rudal-rudal tersebur antara lain Ghadr, Emad, dan Fattah, bahkan termasuk rudal Kheibar dalam serangan ke-34 "Operation True Promise 4," dikutip dari Irib News.
Rudal-rudal tersebut lolos dari cegatan rudal sistem pertahanan udara Iron Dome hongga THAAD milik AS hingga menghujam Israel.
Kini semua rudal kelas berat itu yang akan diluncurkan Iran untuk 'meratakan' wilayah Israel, terutama fasilitas militer mereka.
Serangan gencar ke Israel merupakan bagian dari janji IRGC yang akan terus menggempur Israel dan tidak membuka lagi ruang negosiasi. Itu sekaligus menjawab klaim Presiden AS Donald Trump bahwa perang di Iran memasuki masa-masa akhir.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Erdogan Murka ke Iran sampai Netanyahu Digosipkan Kabur dari Perang |
Trump juga sebelumnya mengatakan bahwa berakhirnya peperangan tergantung keputusannya dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
IRGC langsung menjawab klaim tersebut bahwa perang baru akan berhenti jika mereka menghendaki perang selesai.
"Kamilah yang akan menentukan akhir perang," demikian pernyataan IRGC pada Selasa (10/3), seperti dikutip AFP.
"Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami. Pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang," lanjut IRGC.
(bac)


