Terungkap Trump Sudah Lama Ambisi Mau Rebut Pulau Iran

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2026 18:45 WIB
Terungkap wawancara lama Trump ngaku mau rebut pulau penting di Iran. Foto: REUTERS/Nathan Howard
Jakarta, CNN Indonesia --

Wawancara lama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini mencuat ke publik. Interviu tahun 1988 itu mengungkap ambisi Trump merebut sebuah pulau penting di Iran.

Dilansir dari Middle East Eye (MEE), Trump melakukan wawancara dengan The Guardian 38 tahun yang lalu mengenai sejumlah isu, termasuk Iran. Saat itu, Iran menjadi topik hangat karena sedang berperang dengan Irak.

Jurnalis The Guardian Polly Toynbee bertanya kepada Trump apa yang akan dia lakukan terhadap Iran apabila terpilih menjadi presiden. Sebagai informasi, ketika itu rumor Trump berniat mencalonkan diri sebagai presiden sedang santer-santernya.

Merespons pertanyaan ini, Trump mengaku akan "bersikap keras terhadap Iran". Ia tak malu-malu berkata ingin menyerang Iran dan merebut Pulau Kharg milik negara itu.

"Saya akan bersikap keras terhadap Iran. Mereka telah mengalahkan kami secara psikologis, membuat kami terlihat seperti sekelompok orang bodoh. Satu tembakan saja mengenai salah satu prajurit atau kapal kami dan saya akan menghancurkan Pulau Kharg," kata Trump.

"Saya akan masuk dan merebutnya. Iran bahkan tidak bisa mengalahkan Irak, namun mereka memperlakukan Amerika Serikat seenaknya. Akan baik bagi dunia untuk melawan mereka," lanjut Trump.

Wawancara lama ini cukup penting saat ini lantaran sejumlah media baru-baru ini melaporkan bahwa AS dan Israel pekan lalu berdiskusi mengenai perebutan Pulau Kharg.

Pulau Kharg adalah lokasi terminal besar yang menjadi tempat Iran mengekspor sekitar 90 persen minyak mentahnya.

AS dan Israel saat ini sedang berperang melawan Iran. Perang yang meletus pada 28 Februari itu telah meluas ke negara-negara Arab dan mengakibatkan krisis energi terburuk sejak embargo minyak Arab tahun 1970-an.

Iran menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal apa pun yang melintas. Selat ini bertanggung jawab atas 20 persen pasokan minyak dan gas alam dunia.

(blq/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK