3 Syarat Presiden Iran ke Trump jika AS Mau Negosiasi
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan tiga syarat jika Amerika Serikat ingin mengajak Iran kembali berunding.
Syarat itu diajukan sebagai langkah untuk menghentikan perang yang telah berlangsung hampir dua pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Rabu (11/3), Pezeshkian menyampaikan pernyataan saat melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Vladimir Putin, sekutu utama Iran.
Dalam percakapan itu, yang menjadi komunikasi kedua mereka dalam sepekan terakhir, Pezeshkian memberi sinyal bahwa Iran membuka kemungkinan kembali ke meja perundingan. Namun, Iran menetapkan tiga syarat utama.
Pertama, AS harus melakukan penghormatan terhadap hak kedaulatan Iran.
Kedua, Iran menuntut kompensasi atas kerusakan akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari yang memicu meluasnya konflik di Timur Tengah hingga saat ini.
Ketiga, Iran meminta jaminan bahwa agresi dan serangan militer serupa tidak akan kembali terjadi.
Dikutip dari Al Jazeera, Iran kini menunggu respons dari pihak terkait, meski Teheran berulang kali menyatakan masih belum percaya kepada AS.
Sebelumnya, pada Kamis (26/2), perundingan kedua yang dilakukan antara Iran dan AS terkait program nuklir Teheran selama berjam-jam tidak menghasilkan kesepakatan.
Dua hari kemudian, serangan udara Israel dan AS ke Iran pada Sabtu (27/2) mengguncang dunia, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Selain Khamenei, putrinya, menantu, dan cucunya juga menjadi korban. Menteri Pertahanan Amir Hatami dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mohammed Pakpour turut tewas.
Iran segera merespons serangan itu dengan menembakkan rudal balasan, menargetkan 27 pangkalan militer AS di Timur Tengah serta aset pertahanan Israel.
(isa/bac)[Gambas:Video CNN]


