Penembakan di Kampus Virginia AS, Pelaku Eks National Guard Pro-ISIS

CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2026 05:02 WIB
Satu orang tewas dan dua lainnya terluka dalam penembakan yang dilakukan seorang pria bersenjata di Old Dominion University, Virginia, Amerika Serikat.
Satu orang tewas dan dua lainnya terluka dalam penembakan yang dilakukan seorang pria bersenjata di Old Dominion University, Virginia. Ilustrasi. (Foto: istockphoto/JJ Gouin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satu orang tewas dan dua lainnya terluka dalam penembakan yang dilakukan seorang pria bersenjata di Old Dominion University, Virginia, Amerika Serikat, pada Kamis (12/3).

Otoritas AS menyatakan insiden tersebut sedang diselidiki sebagai aksi terorisme. Pelaku juga tewas dalam insiden yang terjadi di salah satu gedung kampus di kota Norfolk, Virginia, selatan Washington D.C itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penembak kini telah meninggal dunia berkat sekelompok mahasiswa pemberani yang turun tangan melumpuhkannya, tindakan yang tanpa diragukan menyelamatkan banyak nyawa, bersama dengan respons cepat aparat penegak hukum," kata Direktur FBI Kash Patel dalam pernyataan yang diunggah di X.

"FBI kini menyelidiki penembakan ini sebagai aksi terorisme," tambahnya seperti dikutip AFP.

Menurut Patel, Joint Terrorism Task Force FBI bekerja sama dengan otoritas setempat menyediakan sumber daya untuk mendukung penyelidikan.

[Gambas:Video CNN]

"Sementara itu, mohon doakan para korban, keluarga mereka, dan komunitas ODU," ujarnya.

Pihak Old Dominion University dalam pernyataannya mengatakan polisi dan petugas darurat "segera merespons" serangan tersebut dan bahwa "pelaku penembakan kini telah meninggal dunia."

Sejumlah media AS, termasuk NBC News, mengidentifikasi pelaku sebagai Mohamed Bailor Jalloh berusia 36 tahun.

Pelaku diketahui mantan anggota United States National Guard yang pada 2016 mengaku bersalah atas upaya memberikan dukungan kepada kelompok teroris ISIS.

Menurut laporan media, ia pernah dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan dibebaskan pada 2024.

Penembakan di lingkungan sekolah merupakan kejadian yang sering terjadi di Amerika Serikat.

AS memiliki jumlah kepemilikan senjata api melebihi populasi penduduk imbas regulasi pembelian senjata yang relatif longgar.

(rds)


[Gambas:Video CNN]