Kapal Induk Terbesar AS Terbakar saat Perang Lawan Iran, 2 Awak Luka

CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2026 10:00 WIB
Kapal induk terbesar milik AS, USS Gerald R. Ford, kebakaran pada Kamis (12/3) di tengah perang panas AS-Israel vs Iran. (Foto: AFP/COSTAS METAXAKIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapal induk terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, kebakaran pada Kamis (12/3) di tengah perang panas AS-Israel vs Iran. Dua kru terluka dalam insiden tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM), selaku unit militer yang bertanggung jawab di kawasan Timur Tengah, menyatakan di media sosial X bahwa kebakaran terjadi di ruang cuci utama kapal.

CENTCOM menyebut insiden itu tidak terkait dengan pertempuran panas melawan Iran.

"Pada tanggal 12 Maret, USS Gerald R. Ford (CVN 78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama kapal. Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran," demikian pernyataan CENTCOM.

CENTCOM menyatakan api saat ini sudah berhasil dipadamkan. Tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal.

"Kapal induk tetap beroperasi penuh. Dua pelaut saat ini sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil," demikian pernyataan CENTCOM.

USS Gerald R. Ford beroperasi di Laut Merah dalam perang AS-Israel vs Iran. Menurut laporan US Naval Institute (USNI) News, kapal induk terbesar di dunia itu ditemani tiga kapal pengawal, yakni USS Mahan (DDG-72), USS Bainbridge (DDG-96), dan USS Winston S. Churchill (DDG-81).

[Gambas:Video CNN]

Kelompok tempur tersebut pada Rabu (11/3) berada di bagian utara Laut Merah, di lepas pantai Al Wajh, Arab Saudi, menurut seorang pengamat kapal.

USS Gerald R. Ford dikerahkan ke Timur Tengah untuk memperkuat kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang sudah tiba lebih dulu sejak Januari. Ford dan kelompoknya tiba di Mediterania pada akhir Februari.

Selain USS Gerald R. Ford, pesawat pengisian bahan bakar KC-135 juga dilaporkan hilang di Irak di tengah perang ini. CENTCOM menyatakan insiden itu terjadi saat jet terbang di wilayah udara sekutu.

"CENTCOM mengetahui hilangnya pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik AS. Insiden tersebut terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury," demikian pernyataan CENTCOM.

"Upaya penyelamatan saat ini sedang berlangsung. Dua pesawat terlibat dalam insiden tersebut. Salah satu pesawat jatuh di Irak barat dan yang lainnya mendarat dengan selamat," imbuh CENTCOM.

AS dan Israel berperang melawan Iran sejak 28 Februari. Perang itu meluas ke negara-negara Arab dan telah menewaskan ribuan orang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan perang akan usai dalam waktu dekat, pasca krisis energi mulai mengguncang dunia. Meski begitu, Iran bersumpah akan terus melawan hingga tak ada lagi ancaman bagi mereka.

(blq/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK