Pulau Kharg Iran Dibom AS, Apa Peran Pentingnya Bagi Dunia?

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Mar 2026 11:10 WIB
Apa itu Pulau Kharg Iran yang dibombardir AS dan seberapa penting kehadiran serta perannya bagi dunia?
Pulau Kharg, lokasi penyulingan minyak terbesar di Iran. (2026 Planet Labs PBC / AFP)

Kharg pernah punya nilai maritim yang strategis di abad-abad sebelumnya.

Pulau ini punya mata air tawar alami dan lokasi yang strategis, sehingga membuat Kharg jadi persimpangan maritim yang penting dan memfasilitasi ekspor barang pertanian hingga mineral.

Selama era kolonial Eropa, Portugis pertama kali menguasai Kharg dan pulau-pulau Teluk lain. Lalu pertengahan abad ke-18, Belanda mengambil alih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 1752, Baron Kniphausen dari Belanda mengamankan perjanjian dengan penguasa Bandar Rig Mir Naser al-Zaabi, untuk mendirikan pos perdagangan. Tahun berikutnya, Perusahaan Hindia Timur Belanda membangun benteng yang dijaga ketat untuk melindungi kepentingan mereka.

Namun, ambisi kolonial itu berumur pendek usai ketegangan meningkat bertahun-tahun. Gubernur Bandar Rig, Mir Muhanna, berhasil mengusir Belanda pada 1766.

Dari maritim hingga pengasingan. Narasi Pulau Kharg berubah jadi kelam di era rezim Reza Shah Pahlavi pada 1925-1941. Dia mengubah kawasan tersebut jadi tempat terpencil bagi tahanan politik yang juga musuh-musuhnya.

Era minyak bumi modern baru mulai benar-benar terbentuk setelah tahun 1958. Kharg kemudian menjelma jadi pusat ekspor minyak mentah dan melakukan pengiriman perdana dalam skala besar pada Agustus 1960.

Kekayaan arkeologi

Tak cuma punya sejarah sebagai jalur maritim dan kini pusat ekspor minyak, Kharg memiliki kekayaan arkeologi yang luar biasa. Tempat ini jadi saksi pemukiman manuisa dari akhir milenium kedua Sebelum Masehi.

Salau satu situs yang paling dihormati adalah Makam Mir Mohammad, yang dibangun pada abad ke-7 kalender Hijriah atau akhir abad ke-13. Tempat itu menampilkan dua kubah berbentuk kerucut yang dibangun dari batu dan lumpur.

Di dekatnya terdapat Makam Mir Aram, yang menyimpan batu setinggi 12 meter bertuliskan prasasti Islam dan dua obor yang diyakini berasal dari periode Akhemenid. Penduduk setempat mengaitkan situs ini dengan Mir Aram, keturunan Nabi Nuh dalam Al-Quran dan Alkitab.

Kharg juga merupakan bukti keberagaman agama dan budaya. Di sana, ada situs pemakaman Zoroaster, makam Kristen, dan makam dari era Sassanid.

Meski punya perjalanan menarik, Kharg juga pernah hancur parah akibat perang Iran-Irak pada 1980-an. Kini luka itu kembali menganga dan basah saat ketengan politik antara AS-Israel dan Iran pecah.

Namun, Kharg tetaplah Kharg. Penulis ternama Iran Jalal Al e Ahmad menyebut pulau ini sebagai "mutiara yatim piatu."

Saat kapal tanker super diam-diam meluncur ke perairan dalam Teluk membawa sumber kehidupan ekonomi bagi negara yang disanksi berat internasional, makam-makam kuno Zoroaster dan Kristen mengawasi dengan tenang dari pantai karang -yang jadi pengingat bahwa kekaisaran dan perang energi datang dan pergi- "mutiara yatim piatu" tetap selamanya terikat pada gelombang sejarah yang bergejolak.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2