IRGC dan Basij, 2 Pilar Kekuatan Militer Iran yang Paling Ditakuti
Nama Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi Iran (IRGC) paling sering disebut selama serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamim Netanyahu pun turut mencibir Mojtaba Khamenei yang ia nilai hanya merupakan "boneka" dari IRGC yang bahkan sampai saat ini tidak berani muncul ke publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah membunuh diktator sebelumnya dan diktator baru Mojtaba yang merupakan boneka IRGC bahkan tidak bisa menunjukkan wajahnya ke publik," kata Netanyahu.
Siapa IRGC dan Basij?
Keberadaan IRGC memang sangat menakutkan musuh. Dalam setiap perang atau kerusuhan dalam negeri, organisasi ini akan tampil paling depan.
Mereka bukan sekadar tentara, tapi juga penjaga ideologi dan semangat revolusi bahkan garda depan penjaga sang pemimpin tertinggi.
Organisasi ini lahir dari revolusi Iran 1979, setelah SAVAC (organisasi intelijen Iran di bawah dinasti Shah Reza Pahlavi) dibubarkan. Dinas intelijen ini langsung di bawah Ayatollah Ali Khameini, pemimpin tertinggi Iran. Mereka punya kekuatan bersenjata di darat, laut dan udara dan pasukan khsusus Al Quds.
Diperkiran IRGC memiliki 125.000 pejuang, yang terdiri dari unit angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara. Kelompok ini juga mengendalikan milisi keagamaan Basij, sebuah pasukan paramiliter yang digunakan oleh ulama Iran untuk menindak demonstran anti-pemerintah.
Lihat Juga : |
Setelah IRGC, ada juga Kementerian Intelijen Iran atau MOIS. Kementerian ini dibentuk pada 1983 untuk mengkonsolidasikan intelijen pasca-revolusi, bertanggung jawab atas operasi dalam dan luar negeri, rekrutmen berbasis ideologis, dan sering terlibat dalam operasi kontraintelijen dan keamanan domestik, serta dikenal karena penindasan dan operasi kontraintelijen di luar negeri.
Dikutip dari laman Washingtoninstitute.org, MOIS dibawah kendali presiden namun setiap pemilihan kementerian harus berdasarkan atau mendapat persetujuan dari pemimpin tertinggi.
Secara hukum, seorang menteri MOIS juga harus seorang "mujtahid" atau ahli dalam masalah hukum Islam dan tidak boleh berafiliasi dengan satu kekuatan politik.
Dalam perjalanannya MOIS sering merekrut para pemuda dan pelajar untuk dididik di Haqqani School, di Kota Qom. Sebab para pelajar di sini juga harus jago dalam soal ideologi dan agama.
Maka daerah operasi MOIS sering menyasar para aktivis dan penulis dalam negeri Iran sendiri seperti penulis Saedi Sirjani dan mantan Menteri Kesehatan Kazem Sami. Kazem Sami yang juga politikus dari Pembebasan Gerakan Rakyat Iran tewas di kliniknya pada 1988.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Add
as a preferred source on Google




