Israel Klaim Hamas Kirim Surat ke Mojtaba Khamenei, Apa Isinya?

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 14:00 WIB
Kelompok perlawanan Palestina Hamas diam-diam mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei di tengah perang panas Timur Tengah.
Israel klaim Hamas kirim surat ke pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok perlawanan Palestina Hamas diam-diam mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei di tengah perang panas Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel memperoleh surat tersebut dan mengungkapnya ke media sosial resmi mereka di X pada Senin (16/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahannya, Kemlu Israel menyebut Hamas diam-diam meminta Mojtaba agar meningkatkan konflik di Timur Tengah.

"Surat itu mengejek negara-negara Teluk 'lemah'. Ini bukti bahwa Palestina mengkhianati negara-negara Arab," tulis Kemlu Israel di X.

Berdasarkan foto yang dilampirkan, terlihat sebuah surat berkop "Gerakan Perlawanan Islam Hamas - Palestina ditujukan kepada Mojtaba.

Surat yang diklaim dikirim Hamas itu menyampaikan dukungan mereka kepada Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Surat itu juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam surat itu, Hamas juga terlihat menyerukan Mojtaba untuk "mengaktifkan semua front agar pendudukan dan mereka yang berada di baliknya membayar harga atas kejahatan di semua arena."

Hamas juga menegaskan solidaritas dengan Poros Perlawanan di Lebanon, Yaman, dan Irak, serta menegaskan akan terus berjuang bersama rakyat Gaza dalam mengalahkan Israel.

"Hari ini, Gaza memandang Anda sebagai mitra dari pertumpahan darah dan takdir, dan kami tetap setia pada perjanjian kami dengan Anda dan dengan jiwa para syahid, untuk melanjutkan jalan jihad hingga pendudukan dikalahkan dan Yerusalem dibersihkan," demikian pernyataan Hamas dalam surat tersebut.

Surat ini dibocorkan Israel setelah Hamas pada Sabtu (14/3) membuat pernyataan publik mengenai perang AS-Israel vs Iran.

Hamas saat itu meminta Iran untuk tidak menyerang negara-negara Teluk yang kini menjadi korban gegara menampung pangkalan militer AS.

Meski begitu, Hamas pada kesempatan itu juga menyatakan Iran berhak untuk membela diri. Sebab perang ini meletus karena AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari dan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

"Meskipun kami menegaskan hak Iran untuk menanggapi agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai norma dan hukum internasional, kami menyerukan kepada saudara-saudara kami di Iran untuk tidak menargetkan negara-negara tetangga," demikian pernyataan Hamas.

(blq/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]