Krisis BBM, Taksi Bandara Suvarnabhumi Thailand Tak Beroperasi
Layanan taksi di Bandara Suvarnabhumi mulai terganggu akibat kelangkaan bahan bakar yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah pengemudi bahkan terpaksa menghentikan operasional secara bertahap karena kesulitan mendapatkan BBM.
Presiden Suvarnabhumi Taxi Coordination Association, Pallop Chayinthu, pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa taksi, terutama jenis SUV dan van, mulai menghentikan layanan. Kondisi ini terjadi karena mereka khawatir kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan, terutama untuk rute jarak jauh.
"Kami khawatir tidak bisa mengisi ulang jika bahan bakar habis di tengah jalan," ujarnya melansir Nation.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sekitar 5.000 hingga 6.000 taksi yang terdaftar dalam asosiasi, saat ini hanya sekitar 2.500 unit yang masih beroperasi. Kelangkaan BBM telah memaksa sebagian pengemudi berhenti bekerja untuk sementara waktu.
Bagi pengemudi yang masih bertahan, mereka mulai menyesuaikan jam kerja. Banyak yang memilih hanya beroperasi pada pagi hari karena pasokan BBM semakin sulit diperoleh pada malam hari.
Selain itu, sejumlah pengemudi kini lebih memilih melayani perjalanan jarak dekat guna menghindari risiko kehabisan bahan bakar.
Pallop menegaskan bahwa masalah utama bukanlah harga BBM yang tinggi, melainkan ketersediaannya yang terbatas dan sulit diakses.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi situasi ini. Namun, menurutnya, langkah konkret kemungkinan baru akan diambil setelah pemerintahan yang memiliki kewenangan penuh resmi terbentuk.
Sebagai langkah antisipasi, asosiasi tengah menyiapkan sejumlah usulan bantuan kepada pemerintah. Salah satunya adalah perubahan sistem tarif dari berbasis argo menjadi sistem berbasis aplikasi, guna meningkatkan efisiensi layanan di tengah krisis yang berlangsung.
(tis/tis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

