Ngirit Biaya Perang, Israel Pakai Amunisi Jadul Hadapi Iran

CNN Indonesia
Selasa, 24 Mar 2026 07:55 WIB
Militer Israel dilaporkan mulai menggunakan stok lama amunisi-amunisi mereka dalam menghadapi konflik dengan Iran.
Ilustrasi. Militer Israel dilaporkan mulai menggunakan stok lama amunisi-amunisi mereka dalam menghadapi konflik dengan Iran. (AFP/Jaafar Ashtiyeh)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Israel dilaporkan mulai menggunakan stok lama amunisi-amunisi mereka dalam menghadapi konflik dengan Iran. Situasi itu dilaporkan di tengah pembengkakan biaya perang sejak akhir Februari lalu.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan militer kini beralih ke amunisi non-presisi yang telah disimpan selama puluhan tahun, bahkan hingga sekitar setengah abad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah itu disebut jadi upaya menekan pengeluaran perang sekaligus mengosongkan ruang penyimpanan persenjataan. Hingga kini, Kementerian Pertahanan Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Melansir Anadolu Agency, penggunaan amunisi lama ini mencuat di tengah kekhawatiran publik Israel terhadap beban finansial akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Media Israel, Haaretz, sebelumnya melaporkan biaya yang dikeluarkan militer dalam 20 hari pertama perang mencapai sekitar US$6,4 miliar atau setara Rp107,9 triliun (US$1=Rp16.869).

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah Israel kemudian mengalokasikan tambahan sekitar US$8,2 miliar (Rp13,9 triliun) untuk pembelian perlengkapan keamanan mendesak, di tengah laporan menipisnya stok rudal pencegat.

Selain itu, angkatan darat Israel juga disebut tengah bersiap mengajukan tambahan anggaran di luar total biaya perang yang telah mencapai US$12,5 miliar (Rp210,8 triliun).

Konflik antara AS-Israel dan Iran yang pecah sejak 28 Februari terus meluas hingga ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Sasaran serangan tidak hanya mencakup instalasi militer, tetapi juga fasilitas energi, termasuk di negara-negara Teluk.

Sejumlah pengamat menilai Iran menerapkan strategi atrisi, yakni menguras sumber daya ekonomi lawan melalui perang berlarut-larut tanpa konfrontasi langsung skala penuh.

Strategi tersebut mengandalkan perang tidak simetris serta keterlibatan kelompok proksi untuk menekan lawan dari berbagai lini.

(lau/chri) Add as a preferred
source on Google