Serangan di Irak Barat Tewaskan Komandan Hashed al-Shaabi

CNN Indonesia
Selasa, 24 Mar 2026 08:50 WIB
Serangan terjadi di Irak Barat pada Selasa (24/3) dan menewaskan anggota hingga komandan Hashed al-Shaabi.
Serangan terjadi di Irak Barat pada Selasa (24/3) dan menewaskan anggota hingga komandan Hashed al-Shaabi. (AFP/Ahmad Al-Rubaye)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan terjadi di Irak Barat pada Selasa (24/3). Serangan itu dilaporkan menewaskan seorang komandan dan beberapa anggota dari koalisi paramiliter Hashed al-Shaabi.

Hashed al-Shaabi yang juga dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) adalah bagian dari angkatan bersenjata reguler Irak tetapi juga mencakup beberapa brigade yang termasuk dalam kelompok yang didukung Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hashed al-Shaabi serangan itu dalam bentuk pemboman yang menargetkan sebuah pangkalan di provinsi Anbar selama pertemuan para komandan.

PMF mengutuk serangan tersebut dan mengatakan serangan itu menewaskan komandan provinsi dan kepala operasi di Anbar, Saad Dawai al-Baiji, serta beberapa pejuang, tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut.

"Tujuh pejuang Hashed al-Shaabi tewas dan 13 terluka dalam serangan AS," kata sumber tersebut.

Sumber yang tak mau disebutkan namanya itu juga menuduh Amerika Serikat sebagai dalang serangan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Seorang pejabat keamanan, seperti diberitakan AFP pada Selasa (24/3), bahwa para korban luka sedang dirawat di rumah sakit.

Sebelum serangan ini, Irak telah terseret tanpa keinginannya ke dalam perang yang dipicu serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari.

Kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kepentingan AS di Irak dan di seluruh wilayah, sementara serangan juga menargetkan kelompok-kelompok ini.

Sejak awal konflik, Baghdad telah berulang kali mengecam serangan terhadap Hashed al-Shaabi.

Pekan lalu, Pentagon mengakui untuk pertama kalinya bahwa helikopter tempur telah melakukan serangan terhadap kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran di Irak selama konflik terbaru.

Di Irak, sedikitnya 60 orang tewas sejauh ini, yang mana sebagian besar merupakan anggota Pasukan Mobilisasi Populer pro-Iran.

Seorang awak kapal asing juga tewas dalam serangan terhadap kapal tanker di dekat pelabuhan Irak, menurut pejabat keamanan pelabuhan.

(afp/chri) Add as a preferred
source on Google