Rusia Bersedia Setop Bantuan Intelijen ke Iran, Ini Syaratnya ke AS

CNN Indonesia
Rabu, 25 Mar 2026 14:11 WIB
Rusia beri syarat ke AS untuk tarik bantuan intelijen dari Iran. (via REUTERS/ANATOL)Y MALTSEV
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia bersedia menghentikan bantuan intelijen ke Iran dengan syarat Amerika Serikat menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.

Sumber yang mengetahui negosiasi AS-Rusia menyebut utusan Rusia Kirill Dmitriev menyampaikan proposal itu kepada perwakilan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner dalam pertemuan di Miami pekan lalu. Namun, usulan itu ditolak oleh AS.

Dmitriev kemudian membantah laporan itu dan menyebutnya sebagai berita "palsu" melalui unggahannya di platform X.

Keberadaan proposal itu memicu kekhawatiran di kalangan diplomat Eropa. Mereka menilai Moskow berupaya memecah hubungan antara Eropa dan AS di tengah situasi krusial bagi perang Ukraina.

Seorang diplomat Uni Eropa menyebut proposal itu "keterlaluan" dan menilai pertemuan Witkoff dan Dmitriev belum menunjukkan kemajuan nyata menuju perdamaian Ukraina.

Gedung Putih menolak memberikan komentar, sementara Kedutaan Besar Rusia di Washington tidak menanggapi permintaan tanggapan.

Pada Kamis lalu, Kremlin menyatakan pembicaraan damai Ukraina yang dimediasi AS saat ini tengah "ditangguhkan".

Menurut sumber lain, Rusia mengajukan beberapa proposal terkait Iran kepada AS, namun semuanya ditolak. Termasuk usulan memindahkan uranium Iran yang telah diperkaya ke Rusia, seperti dilaporkan Axios.

Sejak perang dimulai, Rusia dilaporkan memperluas kerja sama intelijen dan militer dengan Iran, dikutip dari Politico.

The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan Moskow menyediakan citra satelit dan teknologi drone untuk membantu Teheran menargetkan pasukan AS di kawasan, meski Kremlin membantah laporan itu.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan adanya keterkaitan antara isu intelijen Iran dan perang di Ukraina.

"Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin sedikit membantu Iran," ujar Trump, serta kemungkinan menganggap AS membantu Ukraina.

AS masih mempertahankan kerja sama intelijen dengan Ukraina meski sebagian bantuan militer dan finansial telah dikurangi. Berbagi intelijen kini menjadi salah satu pilar utama dukungan Washington bagi Kyiv.

(rnp/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK