3.500 Tentara AS Merapat, Ini Strategi Iran Lawan Invasi Trump
Amerika Serikat siap melakukan perang darat ke Iran. Washington Post melaporkan, dengan mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, Departemen Pertahanan AS sedang mempersiapkan operasi darat selama berminggu-minggu di Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan sekitar 3.500 pasukan tambahan telah tiba di Timur Tengah dengan kapal USS Tripoli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Al Jazeera, Minggu (29/3), pasukan marinir tersebut tergabung dalam Unit Ekspedisi Marinir ke-31 dan tiba di wilayah tersebut pada 27 Maret bersama dengan 'pesawat angkut dan pesawat tempur serang, serta aset serbu amfibi dan taktis'.
Pengerahan ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim negosiasi sedang berlangsung untuk mengakhiri perang di Iran.
Iran tak tinggal diam
Menghadapi pasukan AS, Iran mengumumkan telah memobilisasi lebih dari satu juta kombatan (pejuang).
Sumber militer yang mengetahui informasi ini mengatakan Iran akan mengorganisir satu juta orang untuk melawan pertempuran darat AS.
"AS ingin membuka Selat Hormuz dengan taktik bunuh diri dan penghancuran diri, itu tak jadi soal," ujar pejabat militer itu pada Kamis (26/3), dikutip media semi pemerintah Iran, Tasnim News Agency.
Dia lalu berkata, "Kami siap menghadapi strategi bunuh diri mereka dan memastikan selat tetap tertutup."
HA Hellyer, pakar keamanan Timur Tengah dari lembaga kajian Royal United Services Institute (RUSI) di UK, mengatakan strategi yang bakal digunakan Iran bukan mengalahkan AS dan Israel. Tapi membuat perang itu menjadi mahal dan berlarut-larut.
"Iran tidak bisa menang secara konvensional-tetapi strateginya adalah memastikan kemenangan pihak lain tetap mahal dan tidak pasti," ujar analisis yang secara rutin diminta oleh lembaga penyiaran internasional besar, termasuk CNN, BBC, dan Al Jazeera, untuk memberi analisis.
Pasukan darat Iran didukung oleh sekitar 610.000 personel aktif.
Ini termasuk sekitar 350.000 pasukan di angkatan darat reguler dan sekitar 190.000 anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kekuatan paralel yang kuat yang bertanggung jawab atas rudal, drone, dan operasi regional.
Lihat Juga : |
Dikutip dari Anadolu, rincian tersebut juga mencakup hampir 18.000 personel di angkatan laut, 37.000 di angkatan udara, dan sekitar 15.000 di unit pertahanan udara, sementara pasukan gendarmerie dan paramiliter berjumlah sekitar 40.000.
Menurut indeks Global Firepower, Iran termasuk dalam 20 militer terkuat di dunia dalam hal personel, peralatan, dan kapasitas logistik.
(imf/bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


