Pasukan UNIFIL Kembali Diserang di Lebanon, 3 Prajurit Terluka

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2026 07:35 WIB
Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL kembali menjadi korban serangan gempuran Israel di basis Hisbullah, Lebanon selatan, Jumat (3/4). Sebanyak tiga prajurit dilaporkan terluka akibat ledakan.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel mengatakan, insiden terjadi pada sore hari di salah satu posisi pasukan PBB.

"Sore ini, sebuah ledakan di posisi [pasukan penjaga perdamaian] PBB melukai tiga prajurit, dua di antaranya mengalami luka berat," ujar Ardiel, seperti dilansir AFP.

Ia menambahkan, ketiga prajurit tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, hingga kini penyebab ledakan masih belum diketahui.

"Kami belum tahu asal ledakannya," kata Ardiel.

Insiden ini menjadi serangan ketiga yang menimpa pasukan UNIFIL di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.

UNIFIL mengingatkan semua pihak untuk menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.

"UNIFIL mengingatkan semua pihak terkait tentang kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas pertempuran di dekatnya yang dapat membahayakan mereka," ujar Ardiel.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), termasuk Amerika Serikat (AS), kompak mengutuk serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL.

AS adalah koalisi Israel yang menyerang Iran sejak akhir Februari lalu. Sejak serangan yang menewaskan pimpinan tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, Hizbullahterseret perang Timur Tengah dengan Israel sebulan terakhir.

Sementara itu, dalam pernyataan pada Rabu (1/4), DK PBB juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian (UNIFIL) di Lebanon. Mereka tewas di tempat dan waktu terpisah pekan ini karena serangan Israel ke Lebanon.

"Anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia," demikian pernyataan DK PBB, seperti dikutip Anadolu.

Tiga prajurit TNI yang bertugas di pasukan UNIFIL tewas dalam dua serangan di Lebanon selatan dalam kurun waktu 24 jam.

Serangan pertama terjadi pada Minggu lalu di pos unit Indonesia di dekat desa Adchit Al Qusayr yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon.

Serangan kedua terjadi pada Senin lalu saat kendaraan pasukan Indonesia melintas di dekat Bani Hayyan. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden tersebut.

Dua serangan itu juga melukai sejumlah personel, dengan rincian tiga terluka pada Minggu dan dua lainnya terluka pada Senin.

PBB telah memulai penyelidikan atas dua insiden tersebut.

Namun, pernyataan DK PBB ini sama sekali tidak menyinggung Israel, yang melancarkan invasi sewenang-wenang ke Lebanon selatan. Pernyataan ini juga tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Seorang sumber keamanan PBB pada Selasa (31/3) mengatakan kepada AFP bahwa personel TNI yang tewas pada Minggu terkena tembakan yang diluncurkan dari tank Israel. Puing-puing dari peluru tank Negeri Zionis ditemukan di lokasi kejadian.

Sementara itu, dua personel TNI yang gugur pada Senin disebut terkena ledakan yang kemungkinan berasal dari ranjau Israel.

Berdasarkan data PBB, 97 anggota pasukan telah tewas dalam kekerasan sejak UNIFIL pertama kali dibentuk untuk memantau penarikan pasukan Israel setelah mereka menginvasi Lebanon pada 1978 silam.

Mandat pasukan tersebut, yang selama beberapa dekade bertindak sebagai penyangga antara Israel dan Lebanon, berakhir pada akhir tahun ini.

(lau/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK