Trump Ngaku AS Kirim Senjata Buat Demonstran Iran Lewat Milisi Kurdi

CNN Indonesia
Senin, 06 Apr 2026 04:00 WIB
Presiden AS Donald Trump mengaku Washington sempat mencoba mengirimkan senjata kepada para demonstran di Iran awal tahun ini "melalui pihak Kurdi".
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku Washington sempat mencoba mengirimkan senjata kepada para demonstran di Iran awal tahun ini "melalui pihak Kurdi". (Foto: REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku Washington sempat mencoba mengirimkan senjata kepada para demonstran di Iran awal tahun ini "melalui pihak Kurdi".

Ini merupakan pengakuan perdana Trump yang secara gamblang membenarkan bahwa AS berusaha "menunggangi" demonstran di Iran terlepas dari upaya warga negara Timur Tengah itu, dugaan yang selama ini selalu dilayangkan Teheran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam wawancara bersama Fox News pada Sabtu (4/4), Trump mengaku AS mengirimkan banyak senjata kepada warga Iran yang menentang rezim Ayatollah dan Republik Islam Iran.

Namun, ia meyakini senjata tersebut tidak pernah sampai ke tangan para demonstran.

"Kami mengirimkan banyak senjata kepada mereka, kami mengirimkannya melalui pihak Kurdi," kata Trump, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai pihak yang dimaksud seperti dikutip Al Jazeera.

[Gambas:Video CNN]

Ia menambahkan bahwa menurutnya "pihak Kurdi" justru menyimpan senjata tersebut.

Kurdi merupakan milisi sekutu AS yang selama ini kerap membantu sejumlah operasi militer Negeri Paman Sam di negara Timur Tengah seperti Irak dan Suriah, terutama saat berupaya memusnahkan jaringan kelompok teroris ISIS.

Pasukan Kurdi juga menjadi salah satu milisi di Suriah yang membantu AS memerangi rezim eks Presiden Bashar Al Assad.

Tak lama usai melancarkan serangan gabungan bersama Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, AS bahkan terang-terangan meminta pasukan Kurdi untuk membantu misinya.

Demonstrasi berdarah yang pecah di Iran sejak akhir tahun 2025 sempat menjadi alasan Trump melancarkan serangan ke negara itu. Namun belakangan alasan sang presiden menyerang Iran berubah-ubah.

Ratusan milisi Kurdi juga dilaporkan sudah dikerahkan untuk membantu menyerbu Iran.

Sumber-sumber dari Israel dan AS mengonfirmasi kepada The Jerusalem Post bahwa pasukan Kurdi sudah memulai operasi darat di wilayah barat Iran beberapa waktu setelah perang pecah.

Menurut sumber-sumber Kurdi, pasukan ini telah bersiap sejak beberapa hari terakhir untuk berpartisipasi dalam operasi darat di Iran. Ada laporan bahwa persiapan mereka dibantu Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA).

Wakil Kepala Staf Perdana Menteri Kurdistan, Aziz Ahmad, sementara itu membantah laporan bahwa pasukan Kurdi mulai bergerak ke Iran.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]