Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Mengkhawatirkan

CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 06:15 WIB
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei disebut dalam kondisi mengkhawatirkan di kota Qom.
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Foto: via REUTERS/Amir Kholousi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei disebut berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan di tengah kepemimpinannya.

Dalam laporan The Times, Mojtaba dilaporkan dalam kondisi krisis dan sedang menjalani perawatan intensif di kota suci Syiah, Qom. Laporan tersebut mengutip memo diplomatik berdasarkan intelijen Amerika Serikat, pada Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memo itu diduga menyatakan Khamenei tidak sadarkan diri dan berada dalam kondisi kritis, sehingga ia tidak dapat mengambil keputusan rezim. Namun, informasi itu belum dapat dikonfirmasi langsung oleh pihak Iran.

Dalam laporan yang sama, memo itu dibagikan kepada sekutu-sekutu di kawasan Teluk. Memo itu menjadi dokumen pertama yang memberitahukan lokasi Khamenei yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan.

Dilansir The Jerusalem Post, kondisi Mojtaba yang menggantikan ayahnya Ali Khamenei dalam serangan AS pada 28 Februari, akan menimbulkan pertanyaan terkait ketidakpastian untuk memimpin Iran.

[Gambas:Video CNN]

Meskipun menurut para pejabat Iran bersikeras menyatakan Mojtaba tetap memegang kendali, tetapi sembunyinya Mojtaba dari publik memicu spekulasi kekuasaan dijalankan oleh pihak lain.Mojtaba juga dilaporkan tidak mampu menjalankan rezim Islam selama beberapa pekan terakhir.

Hal tersebut akan memicu pertanyaan tentang apakah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sekarang memegang kendali pemerintahan secara de facto.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa dua pernyataan yang dikaitkan dengan Mojtaba telah disiarkan di televisi pemerintah Iran sejak perang dimulai.

Tetapi tidak ada audio atau video yang menunjukkan dirinya berbicara langsung. Ketidakhadiran itu memperkuat klaim oposisi bahwa ia masih dalam kondisi kritis.

Sementara itu, dalam memo yang sama, menurut The Times, juga menyebut adanya persiapan yang berlangsung di Qom.

Persiapan itu dilakukan untuk membangun mausoleum besar bagi Ali Khamenei dan kemungkinan anggota keluarganya.

Jika informasi itu benar, hal itu akan berbeda dari laporan Iran sebelumnya terkait rencana pemakaman Ali Khamenei yang akan berpusat di Teheran.

(rnp/dna) Add as a preferred
source on Google