Fakta-fakta Gencatan Senjata Perang AS vs Iran

CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 15:32 WIB
Amerika Serikat dan Iran akhirnya gencatan senjata setelah berperang lebih dari sebulan sejak 28 Februari lalu.
Rakyat Iran sambut gencatan senjata. (via REUTERS/Majid-Asgaripour)

Israel klaim tak mencakup Lebanon

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah merespons gencatan senjata ini dengan mengatakan bahwa penghentian serangan hanya berlaku di Iran dan tidak di Lebanon.

Ia mengaku menyambut baik keputusan Trump untuk menghentikan perang guna memastikan Iran tak lagi menjadi ancaman bagi AS, Israel, negara-negara Arab dan dunia.

Pernyataan Netanyahu ini berbeda dengan keterangan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Sharif menegaskan gencatan senjata AS-Iran meliputi semua kawasan, termasuk Lebanon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu-sekutu mereka, telah menyutujui gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain, yang berlaku segera," kata Sharif.

Sama-sama klaim kemenangan

Iran menganggap gencatan senjata ini kemenangan karena AS mau menerima semua permintaannya. Sementara itu, Trump juga mengeklaim kemenangan atas Iran dengan dalih gencatan senjata tercapai karena perang sudah "melampaui tujuan militer AS."

"Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah," tulis Trump.

"Alasan kami melakukan ini adalah karena kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah," ujarnya lagi.

(blq/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2