Pasukan Perdamaian PBB Asal RI Dianggap Paling Dihormati, Kenapa?
Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan gugur akibat serangan pada akhir Maret 2026.
Ketiga prajurit itu adalah Praka Farizal Rhomadhon gugur setelah posisinya di dekat Aadchit El Qsair terkena proyektil tank 122 mm dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Sehari kemudian, Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Mayor Inf Anm Zulmi Aditya Iskandar), gugur akibat ledakan IED (alat peledak improvisasi) di sektor timur Lebanon.
Pasukan TNI paling dihormati
Dikutip dari laman indonesia.un.org, keberadaan pasukan perdamaian PBB yang berasal dari Indonesia sebenarnya paling dihormati.
Indonesia menerapkan pendekatan komprehensif dalam misi penjaga perdamaian, yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pembangunan masyarakat pascakonflik, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan sipil - mulai dari pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik hingga layanan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan sosial yang mempererat hubungan antara pasukan penjaga perdamaian dan komunitas lokal.
"Para penjaga perdamaian kita mewakili komitmen Indonesia terhadap kemanusiaan," ujar Mayor Jenderal Taufik Budi Santoso, Komandan PMPP (Pusat Misi Pemelihara Perdamaian) TNI.
"Dari Lebanon hingga Kongo, mereka membawa bukan hanya bendera merah putih, tetapi juga nilai-nilai perdamaian, kasih sayang, dan solidaritas," ia menambahkan.
Hingga tahun 2025, Indonesia menempati peringkat kelima dunia sebagai negara penyumbang pasukan penjaga perdamaian (Troop Contributing Country/TCC) dengan lebih dari 2.700 personel yang bertugas di berbagai misi PBB, antara lain di MONUSCO (Republik Demokratik Kongo), UNIFIL (Lebanon), MINUSCA (Republik Afrika Tengah), UNMISS (Sudan Selatan), dan MINURSO (Sahara Barat), dan misi-misi perdamaian lainnya.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Jenderal António Guterres, "Dunia membutuhkan legitimasi unik kita, kemampuan kita untuk menyatukan negara-negara, menjembatani perbedaan, dan menghadapi tantangan bersama."
(isa/bac)