Marah Tak Dibantu Perangi Iran, Trump Ancam Kurangi Iuran AS ke NATO
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berniat membatasi pengeluaran di Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) usai kecewa tak dibantu saat perang melawan Iran.
Dalam pernyataan kepada wartawan di Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Trump mengaku akan mulai memerintahkan pengawasan ketat terhadap biaya urunan AS di aliansi pertahanan tersebut.
"Anda tahu, kami telah menghabiskan triliunan dolar untuk NATO untuk membantu mereka benar-benar melindungi diri dari Rusia, jika dipikir-pikir, kami memang melindungi diri dari Rusia," kata Trump, seperti dikutip Al Jazeera.
"Saya sudah lama berpikir itu agak berlebihan, tapi kita menghabiskan triliunan dolar untuk melakukannya. Saya kira uang ini akan berada di bawah pengawasan yang sangat serius (sekarang),' lanjutnya.
Ucapan Trump ini dilontarkan setelah ia menyuarakan kembali kekecewaannya terhadap NATO yang tidak membantu AS kala dibutuhkan.
"Mereka tidak ada di sana untuk kami. Sekarang mereka ingin membantu, tapi ancaman nyatanya sudah tidak ada lagi," ujarnya.
Saat perang dengan Iran, Trump meminta negara-negara Barat membantu AS berjaga di Selat Hormuz. Namun, mayoritas negara NATO menolak karena tak ingin terseret perang.
Trump kecewa luar biasa dan berulang kali mengkritik NATO.
Wall Street Journal pada Rabu (8/4) mengabarkan bahwa saking kecewanya, Trump sampai berniat menarik pasukan AS dari negara NATO yang dinilai tidak pro-Washington.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari yang sama juga mengatakan Trump sedang mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari NATO.
Persoalan biaya pertahanan ini sebetulnya bukan kali pertama dipermasalahkan Trump. Sejak kembali menjabat presiden, Trump berulang kali mengancam akan membawa AS keluar dari NATO, salah satunya gegara masalah urunan biaya pertahanan yang dianggap tak adil.
Pada Juni 2025, saat konferensi tingkat tinggi NATO, para anggota pun setuju untuk menambah urunan mereka menjadi lima persen dari produk domestik bruto (GDP) masing-masing buntut tekanan Trump.
(blq/rds)