Trump Sebut Negosiasi Ronde Dua Iran-AS Digelar Lagi Pekan Ini

CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 07:55 WIB
Trump sebut putaran kedua negosiasi damai AS dan Iran akan kembali digelar pekan ini di Pakistan.
Trump sebut perundingan ronde dua AS-Iran akan kembali digelar di Pakistan pekan ini. Foto: REUTERS/Nathan Howard
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perundingan damai dengan Iran kemungkinan akan dilanjutkan dalam dua hari ke depan atau Kamis (16/4).

Dalam wawancara telepon dengan New York Post pada Selasa (14/4), Trump mengindikasikan putaran dua negosiasi damai AS-Iran akan digelar pada Kamis di Islamabad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, ia mengatakan pembicaraan kemungkinan akan terjadi di Eropa. Namun setengah jam kemudian ia memberi kabar bahwa perundingan tampaknya tetap dihelat di Pakistan seperti sebelumnya.

"Sebaiknya kalian tetap di sana, karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk menuju ke sana," kata Trump mengenai ibu kota Pakistan, Islamabad.

Trump tidak menyebutkan siapa yang akan mewakili AS dalam putaran kedua pembicaraan tersebut. Namun, ia menegaskan tidak akan ikut serta.

Sebelumnya, Associated Press juga melaporkan bahwa negosiasi damai putaran kedua AS-Iran kemungkinan akan digelar Kamis ini. Dua lokasi sedang dipertimbangkan untuk menjadi tempat negosiasi, yakni Islamabad dan Jenewa.

Negosiasi pertama yang digelar pada Sabtu (11/4) di Islamabad berakhir mandek tanpa kesepakatan. AS mengeklaim buntunya pembicaraan karena Iran menolak permintaan Washington, khususnya tentang penghentian penuh program nuklir Teheran.

Pasca perundingan mandek, Trump mengumumkan bahwa AS akan memulai blokade di Selat Hormuz. Hal itu ditujukan menekan Iran, yang telah mengekspor jutaan barel minyak ke berbagai negara Asia sejak perang pecah 28 Februari lalu.

Sejak awal perang, Iran menutup Selat Hormuz dan membatasi kapal-kapal komersial yang melintas. Tindakan tersebut menyebabkan harga minyak dunia melambung dan krisis energi menerpa berbagai negara.

Selat Hormuz, yang bertanggung jawab atas 20 persen minyak dan gas dunia, termasuk salah satu isu krusial yang menjadi perdebatan. AS menuntut Iran membuka penuh jalur maritim tersebut dan tidak mengenakan biaya apa pun terhadap kapal-kapal.

Namun, Iran bersikeras ingin menarik biaya transit dan mengendalikan jalur perdagangan tersebut.

(blq/dna) Add as a preferred
source on Google