Mengapa Iran Gunakan Yuan Pungut Tarif di Selat Hormuz?
Setelah menutup Selat Hormuz selama perang dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran juga menerapkan mata uang Yuan untuk "tarif tol" bagi kapal tanker yang melintas.
Selama ini perdagangan dunia terlebih berkaitan dengan minyak dari Timur Tengah, harus menggunakan dolar AS.
Ekonom Harvard sekaligus mantan kepala ekonom IMF Kenneth Rogoff menilai langkah Iran memiliki dua tujuan sekaligus.
"Iran serius memilih Yuan untuk menghindari sanksi AS dan memperkuat hubungan dengan China," ujarnya, melansir Al Jazeera.
Bagi China, penggunaan Yuan dalam perdagangan energi dinilai menguntungkan karena dapat mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan berbasis dolar.
Dikutip dari laman US-China Economic Security, Yuan digunakan sebagai solusi transaksi di luar jangkauan sistem keuangan AS (SWIFT) yang sering digunakan untuk menjatuhkan sanksi.
Pembayaran minyak (Petro-yuan), China adalah pembeli utama minyak Iran. Dengan menggunakan Yuan, Iran memfasilitasi penjualan energi ke China tanpa memerlukan dolar.
Iran memasok China dengan minyak yang relatif murah dan merupakan mitra dalam upaya China untuk melemahkan tatanan global yang dipimpin AS, termasuk melalui organisasi multilateral alternatif seperti BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
Laman media Iran, Pars Today, menyebut perang terhadap Iran mempercepat de-dolarisasi, mendorong negara-negara Teluk Persia untuk mencari opsi lain, dan memberi China momentum yang tidak pernah mereka miliki sebelumnya.
(imf/bac)