Warga Lebanon Tak Percaya Gencatan Senjata, Tolak Damai dengan Israel

CNN Indonesia
Sabtu, 25 Apr 2026 19:00 WIB
Ilustrasi. Warga Lebanon tak percaya gencatan senjata dan menolak berdamai dengan Israel. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Lebanon Selatan tak percaya akan gencatan senjata. Mereka menolak damai dengan Israel.

Salah seorang warga, Mohammed al-Zein, merasa tak perlu ada yang dirayakan dari gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Toh, ia masih dilarang kembali ke kampung halamannya di selatan.

"Saya tidak merasakan apa pun saat gencatan senjata diumumkan," ujar Zein kepada AFP. "Selama kami tidak kembali ke kampung halaman, tidak ada yang penting," tambahnya.

Lebih dari 1 juta orang telah mengungsi sejak Hizbullah yang didukung Iran menyeret Lebanon ke dalam perang pada 2 Maret lalu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel yang dimulai sejak 17 April akan diperpanjang selama tiga minggu lagi.

Trump juga optimistis perdamaian antara Lebanon dan Israel akan tercapai, seiring kedua negara bersiap untuk negosiasi langsung. Namun, Hizbullah menolak negosiasi tersebut.

Warga lainnya juga mengaku tidak percaya pada Israel. Gencatan senjata tak ada artinya bagi mereka.

"Mereka [Israel] pembohong. Mereka membunuh tiga orang kemarin. Kami ingin anak-anak kami aman. Jika Israel terus melanggar gencatan senjata, kami akan tetap di sini," ujar Izdihar Yassin (58).

Israel memang terus melancarkan serangan ke Lebanon meski gencatan senjata diperpanjang. Banyak warga yang akhirnya merasa tidak aman untuk kembali ke rumah masing-masing meski tengah gencatan senjata.

Ketidakpercayaan itu membuat warga Lebanon tak setuju akan perdamaian dengan Israel. Mohammad Awwad (38) menolak pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel.

"Kami menolak perdamaian [dengan Israel], kami menolak segala bentuk normalisasi dengan Israel," ujar Awwad.

"Mereka membunuh kami dan ingin kami bernegosiasi dengan mereka," pungkasnya.

(asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK