Beda dengan Trump, Kemhan AS Akui Gagal Hancurkan Armada Kapal Iran
Ketua Kepala Staf Gabungan Pentagon Dan Caine mengaku militer Amerika Serikat gagal menghancurkan seluruh kapal dalam armada Angkatan Laut Iran.
Pengakuan itu berbanding terbalik dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang berulang kali menyatakan berhasil menghancurkan kapal-kapal Iran dan menyebut negara ini kalah total.
Saat berbicara di hadapan Komite Alokasi Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Kamis (30/5), Caine mengatakan beberapa kapal serang cepat Iran masih beroperasi.
"Iran punya kapal-kapal kecil dengan kecepatan tinggi," kata dia, dikutip Middle East Monitor.
Dalam berbagai kesempatan, Trump sesumbar AS berhasil merontokkan pertahanan Iran.
"Beberapa kapal kecil adalah sisa-sisa angkatan laut Iran dan kami akan menghancurkan itu juga," kata Trump.
"Iran mungkin mempersenjatai diri kembali selama jeda dua pekan," imbuh dia.
Jeda dua pekan yang dimaksud adalah kesepakatan gencatan senjata dua minggu yang dimulai pada 8 April dan berakhir 22 April.
Namun, atas desakan mediator perang AS-Iran, Pakistan, Trump memperpanjang gencatan itu tanpa memberi batas waktu yang jelas.
Saat ini, AS dan Iran terlibat upaya negosiasi lanjutan usai perundingan pertama di Islamabad pada April lalu berakhir buntu.
Iran juga sudah memberikan proposal baru ke AS melalui Pakistan yang berisi upaya menyelesaikan ketegangan di Selat Hormuz dan mengakhiri perang.
Namun, Trump menolaknya. Dia bahkan memilih untuk memperpanjang blokade AS ke pelabuhan Iran, agar Teheran menuruti kemauan dia.
Sejak sebelum perang, Trump memang berambisi menghancurkan program nuklir Iran dan rudal balistik. Tuntutan ini juga ada dalam proposal AS yang ditolak Iran.
(isa/chri)