China Disebut Cuan Besar karena Perang AS vs Iran

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 16:37 WIB
Pengamat CIA mengtakan China dapat untung besar gara-gara perang AS dan Iran yang berlarut, dianggap sebagai mitra yang layak.
Ilustrasi. China disebut dapat keuntungan besar gara-gara perang AS dan Iran. Foto: istockphoto/ Rawpixel
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan analis CIA, John Nixon, mengatakan China mendapat keuntungan besar karena perang Amerika Serikat (AS) vs Iran.

Kepada Al Jazeera, Nixon menyebut Beijing bisa mendapat cuan besar karena perang kedua negara berlarut-larut tanpa kejelasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China merupakan pelanggan energi negara-negara Teluk. Eksistensi China, yang tak terlihat akan membawa "perang" ke Timur Tengah tentu bisa terlihat menarik bagi kawasan.

"China dipandang sebagai negara yang sangat transaksional, dan itu adalah hal negatif. Tapi, seiring waktu, jika Amerika Serikat terus bersikap ceroboh dalam berurusan dengan negara-negara di kawasan ini, maka seiring waktu pesan dari China akan lebih diterima," kata Nixon.

Nixon menambahkan China "sangat bergantung pada sumber daya energi" di Timur Tengah. Bahkan ketika dunia secara bertahap beralih dari bahan bakar fosil, Beijing akan tetap menjadi "pelanggan besar" Teluk.

"Hubungan ini akan semakin kuat," ucapnya.

Pengamat China sekaligus mantan Duta Besar AS untuk Singapura, Frank Lavin, juga menilai konflik AS-Iran dapat memberi peluang besar bagi China untuk diterima atau dipandang sebagai mitra yang layak. Hal ini salah satunya imbas memburuknya hubungan politik AS dengan Eropa dan sekutu.

"China mampu menandatangani perjanjian otomotif dengan Kanada di tengah memburuknya hubungan AS-Kanada dan tidak diragukan lagi akan ada peluang untuk membina hubungan yang lebih baik dengan Eropa di tengah kritik Trump terhadap NATO dan ketidakpuasan umumnya terhadap Eropa," kata Lavin dalam opini di Forbes.

Sejak perang dengan Iran, Trump berulang kali mengkritik negara-negara NATO karena menolak membantu AS melawan Iran. Ia sampai menjuluki aliansi pertahanan tersebut "macan kertas".

Karena kecewa, Trump juga memutuskan untuk mengurangi pasukan AS di negara-negara yang enggan membantunya. Negara-negara tersebut salah satunya Jerman.

Sebanyak 5.000 prajurit AS diputuskan ditarik dari Jerman. Penarikan pasukan ini disebut akan berlangsung selama enam hingga 12 bulan ke depan.

(blq/dna) Add as a preferred
source on Google