AS Umumkan Operasi 'Perang' Berakhir: Iran Sudah Tak Bisa Bikin Nuklir

CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 12:15 WIB
Menlu AS Marco Rubio menyatakan Operasi Epic Fury di Iran sudah berakhir dan mengeklaim Teheran sudah tak bisa lagi memproduksi senjata nuklir. (Foto: AFP/Andrew Caballero-Reynolds)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengeklaim Iran sudah tak bisa lagi memproduksi senjata nuklir.

Hal itu diutarakan Rubio usai mengumumkan bahwa Operasi Epic Fury AS di Iran, yang memicu perang pecah, telah berakhir dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (5/5). Rubio mengeklaim Operasi Epic Fury telah usai lantaran semua tujuan utama AS di Iran telah tercapai.

Iran, kata dia, saat ini sudah tidak punya kemampuan untuk melanjutkan program nuklir.

"Kemampuan mereka untuk membangun perisai di balik apa pun untuk menyembunyikan program nuklir mereka telah musnah. Itu adalah pencapaian yang sangat besar. Dan itulah tujuan operasi ini sejak hari pertama," kata Rubio, seperti dikutip ABC News.

Rubio menambahkan saat ini fokus AS beralih ke upaya perdamaian. Presiden AS Donald Trump disebut ingin mencapai kesepakatan dengan Iran.

"Kami lebih memilih jalan perdamaian. Yang diinginkan Presiden adalah kesepakatan. Ia lebih suka duduk bersama dan menyusun nota kesepahaman untuk negosiasi di masa mendatang yang membahas semua topik utama yang harus ditangani, serta membuka penuh Selat (Hormuz) sehingga dunia dapat kembali normal," ucapnya.

Berbeda dengan pernyataan Rubio, CNN pada Selasa melaporkan bahwa sebagian kemampuan nuklir Iran tampaknya masih selamat dari gempuran AS-Israel. Hal ini diketahui berdasarkan analisis citra satelit.

Meskipun sebagian besar proses produksi "rusak parah", beberapa bagian terpenting dari proses ini, yang dipakai untuk menyimpan uranium yang diperkaya, "tidak tersentuh sama sekali."

Tambang Uranium Saghand, tempat bahan baku ditambang, tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Alat berat masih beroperasi di lokasi tersebut.

Tempat-tempat seperti Fasilitas Konversi Uranium Isfahan, selaku lokasi pemurnian material, juga terlihat masih memiliki sesuatu yang disembunyikan.

Setelah diserang, Iran menutup beberapa pintu masuk ke terowongan bawah tanah di dekat fasilitas tersebut, yang menandakan adanya keberadaan sesuatu yang sangat berharga.

Perang AS-Israel vs Iran meletus salah satunya karena AS ingin melenyapkan program nuklir Iran. Hingga kini, negosiasi kedua negara soal program tersebut masih belum menemukan titik terang.

Iran bersikeras program nuklirnya dipakai untuk tujuan sipil. Sementara AS menuduh Iran berniat menciptakan senjata nuklir yang mengancam AS, Israel, serta kawasan Timur Tengah.

(blq/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK