AS Umumkan Operasi Tempur Epic Fury di Iran Berakhir, Perang Selesai?

CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 06:15 WIB
Amerika Serikat menyatakan operasi tempur 'Epic Fury' yang diluncurkan pada Februari terhadap Iran telah berakhir.
Amerika Serikat menyatakan operasi tempur 'Epic Fury' yang diluncurkan pada Februari terhadap Iran telah berakhir. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menyatakan operasi tempur yang diluncurkan pada Februari terhadap Iran telah berakhir.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara tegas mengeklaim tujuan perang AS di Iran juga sudah tercapai. Ia mengisyaratkan bahwa prioritas Washington kini adalah membuka kembali Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Operasi itu sudah selesai. Epic Fury, sebagaimana diberitahukan presiden kepada Kongres, kami telah menuntaskan tahap tersebut. Kami telah mencapai tujuan operasi itu. Kini kami beralih ke Project Freedom," ujar Rubio dalam pengarahan di Gedung Putih pada Selasa (5/5).

Rubio merujuk pada inisiatif Project Freedom Presiden Donald Trump untuk mengawal kapal-kapal niaga melintasi Selat Hormuz yang masih diblokade Iran.

"Itulah yang sedang kami jalankan sekarang. Apa yang mungkin terjadi ke depan masih bersifat spekulatif," paparnya menambahkan.

Pekan lalu, Gedung Putih juga memberi tahu Kongres bahwa perang terhadap Iran telah "dihentikan" seiring tercapainya ambang 60 hari yang mensyaratkan otorisasi formal dari legislator.

Namun, Trump belum menutup kemungkinan melanjutkan kembali serangan AS ke Iran jika negosiasi gagal atau AS menilai Teheran melanggar gencatan senjata yang berlaku saat ini.

Rubio mengatakan bahwa isu program nuklir Iran, termasuk cadangan uranium yang diperkaya tingkat tinggi, akan diselesaikan melalui perundingan.

"Dalam konteks negosiasi, saya rasa presiden sudah jelas bahwa proses tersebut tidak hanya menyangkut pengayaan, tetapi juga apa yang akan dilakukan terhadap material yang berada jauh di lokasi tertentu," ujarnya seperti dikutip CNN.

"Saya tidak ingin membahayakan jalannya negosiasi, tetapi cukup dikatakan bahwa presiden dan seluruh tim ini menyadari betapa krusialnya isu tersebut, dan itu harus diselesaikan dengan satu cara atau cara lainnya," tambahnya.

Sementara itu, Rubio berdalih aksi militer AS di Iran selama masa gencatan senjata yang diterapkan sejak 8 April lalu sebagai "operasi defensif", bukan perang.

"Ini bukan operasi ofensif. Ini adalah operasi defensif. Artinya sangat sederhana: tidak akan ada tembakan kecuali kami diserang terlebih dahulu," kata Rubio.

"Anda tidak akan membiarkan kapal cepat mendekati lalu menyerang kapal kami. Kami akan meresponsnya. Dan sejauh ini kami berhasil," tambahnya.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]