Trump Pede Gol Deal dengan Iran: Sangat Mungkin Capai Kesepakatan

CNN Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026 07:55 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump optimistis mencapai kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump optimistis mencapai kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat. (Foto: Getty Images via AFP/ROBERTO SCHMIDT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump optimistis mencapai kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat.

Dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengaku telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran dalam 24 jam terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sangat mungkin kita akan mencapai kesepakatan," kata Trump di Gedung Putih pada Rabu (6/5), seperti dikutip Al Jazeera.

Saat diwawancara oleh PBS, Trump juga pede bahwa kesepakatan dengan Iran dapat dicapai sebelum perjalanannya ke China pekan depan.

"Saya pikir ada peluang sangat bagus untuk ini berakhir, dan jika tidak, kami akan kembali membombardir mereka habis-habisan," ujarnya.

Seorang sumber dari Pakistan dan beberapa sumber lain sementara itu juga mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan hampir tercapai antara AS dan Iran mengenai memorandum satu halaman yang secara resmi akan mengakhiri konflik kedua negara.

Memorandum itu akan menjadi awal untuk diskusi pembukaan Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS terhadap Iran, serta penetapan batasan untuk program nuklir Teheran.

Meski begitu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Emaeil Baghaei menampik ada kemajuan besar dalam pembicaraan dengan Washington. Ia berujar negaranya belum mengeluarkan tanggapan resmi terhadap proposal terbaru AS.

Pekan lalu, Iran menyodorkan proposal berisi 14 poin rencana damai. Proposal ini menanggapi usulan AS sebelumnya yang bagi Iran belum mencakup semua kepentingannya.

Sejauh ini belum diketahui apa perbedaan dalam proposal AS dan Iran.

Anggota parlemen Iran yang merupakan juru bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional, Ebrahim Rezaei, mengatakan proposal AS "lebih merupakan daftar keinginan Amerika daripada kenyataan".

"Amerika tidak akan mendapatkan apa pun dalam perang yang mengalahkan mereka yang belum mereka peroleh dalam negosiasi tatap muka," katanya di media sosial.

(blq/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]