KILAS INTERNASIONAL

2 WN Singapura Isolasi Hantavirus sampai China Vonis Mati 2 Eks Menhan

CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 05:45 WIB
Dua warga Singapura yang pernah berada di kapal pesiar yang terpapar wabah hantavirus, kini diisolasi sambil menunggu hasil tes terkait penyakit pernapasan langka tersebut.(Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kemunculan dan penyebaran hantavirus hingga vonis mati China terhadap dua eks menteri pertahanannya menjadi sorotan berita internasional pada Kamis (7/5).

Perkembangan perang Amerika Serikat vs Iran juga tetap menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional kemarin:

China Vonis Mati Bersyarat Dua Eks Menhan Pelaku Korupsi

Pengadilan Militer China menjatuhkan hukuman mati dengan penangguhan dua tahun terhadap dua mantan Menteri Pertahanan Wei Fenghe dan Li Shangfu yang terlibat kasus korupsi, Kamis (7/5).

Hukuman tersebut artinya Wei dan Li tak akan langsung dieksekusi mati, dan diberikan masa percobaan selama dua tahun.

"Dua mantan menteri pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, sama-sama dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun atas tuduhan korupsi," demikian laporan kantor berita China, Xinhua.

50 Ribu Tentara AS di Timteng 'Lontang-Lantung' usai Perang Berakhir

Lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat di Timur Tengah 'lontang-lantung usai pemerintah yang berbasis di Washington mengumumkan telah mengakhiri perang dengan Iran.

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan brutal ke Iran pada Februari, Presiden Donald Trump mengerahkan tentara tambahan hingga 10.000 personel.

Sebelum perang pecah, menurut pejabat militer AS, jumlah tentara yang ada di kawasan Timur Tengah tercatat 40.000. Mereka tersebar di berbagai negara seperti Arab Saudi, Bahrain, Iraq, Suriah, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Dua Warga Singapura Diisolasi Terkait Wabah Hantavirus

Dua warga Singapura yang pernah berada di kapal pesiar yang terpapar wabah hantavirus, kini diisolasi sambil menunggu hasil tes terkait penyakit pernapasan langka tersebut.

Menurut laporan Badan Penyakit Menular Singapura (CDA), dua pria lanjut usia berumur 65 dan 67 tahun itu berada di kapal tersebut dan juga penerbangan yang sama dengan kasus hantavirus yang terkonfirmasi dari St Helena ke Johannesburg pada 25 April.

Keduanya tiba di Singapura pada awal Mei dan telah diisolasi serta dipantau di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) Singapura.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK