Singapura Urus Kepulangan Warganya yang Jadi Korban Erupsi Dukono

CNN Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 18:35 WIB
Singapura ikut dalam pencarian dua warganya yang hilang pasca-erupsi Gunung Dukono. Kini dua warga itu ditemukan dalam kondisi tewas.
Total 3 korban erupsi Gunung Dukono di Antara Foto/Andri Saputra
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) mengirim tim dari Kedutaan Besar Singapura di Jakarta ke kawasan Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, untuk mengurus warga negaranya yang selamat dan tewas usai erupsi.

Dalam pernyataan resminya MFA menyebut tim Kedubes Singapura bekerja sama dengan otoritas Indonesia selama operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang berlangsung.

Selain membantu proses pencarian, Kedubes Singapura juga memfasilitasi kepulangan tujuh warga Singapura lain yang berada dalam rombongan terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MFA menyebut ketujuh orang itu dalam perjalanan menuju Jakarta dan pulang ke Singapura pada hari ini Minggu (10/5).

MFA turut menyampaikan apresiasi kepada otoritas Indonesia yang masih melakukan operasi SAR di tengah kondisi lapangan yang sulit.

"Kementerian Luar Negeri menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya berkelanjutan otoritas setempat di Halmahera Utara dalam kondisi yang sangat menantang," tulis MFA, Sabtu (9/5).

Sebelumnya, Tim SAR gabungan mengevakuasi 17 pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5).

Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani mengatakan saat itu masih ada tiga pendaki yang dilaporkan hilang, terdiri dari dua WNA dan satu WNI.

Tim SAR gabungan telah menemukan satu pendaki asal Indonesia dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIT di sekitar bibir kawah Gunung Dukono.

Pada hari ini, Tim SAR telah menemukan dua korban meninggal erupsi Gunung Dukono yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura.

Operasi pencarian kini dihentikan setelah semua korban meninggal, termasuk satu warga negara Indonesia (WNI) sehari sebelumnya, telah ditemukan.

Dua korban WNA itu ditemukan pada Minggu (10/5), di hari ketiga pencarian yang melibatkan 98 personel tim SAR dari Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI serta masyarakat setempat.

Kedua WNI itu, H.W.Q.T. (L) 30 tahun dan S.M.B.A.H. (L) WNA 27 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal. Sementara 1 WNI, berinisial E (P) ditemukan dalam kondisi meninggal sehari sebelumnya, Sabtu (9/5).

(anm/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]