Jadi Bidikan Trump, Berapa Banyak Uranium yang Dimiliki Iran?

CNN Indonesia
Selasa, 12 Mei 2026 06:05 WIB
Berapa banyak uranium yang dimiliki Iran? (AFP/KAZEM GHANE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Uranium Iran menjadi sorotan usai Teheran disebut sepakat mengurangi dan memindahkan uranium yang sudah diperkaya ke negara ketiga sebagai tanggapan proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan Iran memang setuju tetapi mengajukan syarat ketat. Teheran menyerukan jaminan uranium yang ditransfer akan dikembalikan jika pembicaraan gagal. Mereka juga menolak pembongkaran fasilitas nuklir.

Sumber di Iran sementara itu hanya mengatakan pemerintah sudah memberi tanggapan soal proposal AS, tetapi tak memberi rincian apapun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei hanya menekankan mereka "fokus untuk mengakhiri perang, masalah yang jadi kekhawatiran negara di kawasan."

Persoalan nuklir Iran menjadi topik sangat serius di antara kedua negara bahkan sejak perang 28 Februari belum dimulai. AS di bawah pimpinan Donald Trump ingin menghancurkan program nuklir Iran, tetapi Teheran ingin Washington menghormati hak mereka memperkaya uranium.

Terlepas dari itu, berapa banyak uranium yang dimiliki Iran sehingga begitu mengkhawatirkan AS?

Menurut badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran adalah satu-satunya negara tanpa senjata nuklir yang memperkaya uranium hingga 60 persen.

Negara musuh bebuyutan Iran seperti AS dan Israel kerap cemas dengan tingkat pengayaan uranium itu karena angka 60 persen hanya satu langkah singkat menuju senjata nuklir dengan uranium yang diperkaya sebesar 90 persen.

Secara teoritis, uranium 60 persen juga diyakini sudah mencapai jumlah yang cukup untuk memproduksi bahan bakar bagi belasan hulu ledak nuklir, demikian dikutip Arms Control Association.

Kepala Badan Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, sempat menyatakan Teheran bersedia menurunkan kadar uranium yang sangat diperkaya jika AS mencabut sanksi.

"Kemungkinan untuk mengurangi pengayaan uranium bergantung pada apakah semua sanksi dicabut sebagai imbalannya," kata Eslami pada Senin (9/2), seperti dikutip Al Jazeera.

Sebelum serangan AS dan Israel pada Juni lalu atau dikenal Perang 12 Hari, Iran memperkaya uranium hingga 60 persen, jauh melampaui batas 3,67 persen yang diatur dalam perjanjian nuklir 2015.

Dari berbagai laporan media dari tahun sebelum-sebelumnya soal program nuklir Iran, banyak di antara menyebut tingkat uranium yang yang diperkaya di angka 60 persen, tidak pernah naik jadi 70 atau 80 persen.

Saat ini, tak ada informasi rinci dan lebih lanjut soal tingkat uranium yang sudah diperkaya Iran.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK