IAEA Kecam Serangan Drone Dekat Pembangkit Listrik Nuklir di UEA

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 00:00 WIB
Serangan drone yang menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir di UEA pada Minggu (17/5) menuai kecaman dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Serangan drone yang menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab pada Minggu (17/5) menuai kecaman dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). (AFP/Giuseppe Cacace)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan drone yang menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab pada Minggu (17/5) menuai kecaman dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), badan otonom khusus di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kepala IAEA, Rafael Grossi, mengutuk serangan ini dan menyampaikan keprihatinannya. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan fasilitas nuklir dari ancaman eksternal. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah posting media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan mengatakan bahwa aktivitas militer yang mengancam keamanan nuklir tidak dapat diterima," tulis Grossi, dilansir AFP.

Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan UEA, drone yang menyerang fasilitas tersebut merupakan salah satu dari tiga drone yang masuk ke negara itu dari arah perbatasan barat.

Drone tersebut menabrak generator listrik di luar perimeter dalam Pembangkit Listrik Nuklir Barakah yang terletak di wilayah Al Dhafra, sekitar 200 kilometer barat Abu Dhabi.

Di sisi lain, pejabat dari Korea Electric Power Corporation (KEPCO), yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Barakah, menyatakan tidak ada korban jiwa dan tidak ada kerusakan pada fasilitas nuklir.

"Tampaknya tidak ada serangan langsung terhadap pembangkit nuklir yang kami kelola dan operasikan. Sepertinya kebakaran terjadi di fasilitas pembangkit listrik lain di pinggiran," kata pejabat KEPCO, seperti dilansir kantor berita Yonhap.

Pejabat KEPCO juga mengonfirmasi salah satu reaktor sempat dihentikan sementara sebagai langkah pencegahan demi memastikan keamanan operasional.

Kementerian Pertahanan UEA pun sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber serangan drone ini. Informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah penyelidikan selesai.

Mulai beroperasi pada 2020, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah terletak 200 kilometer sebelah barat Ibu Kota UEA, Abu Dhabi, dekat perbatasan dengan Arab Saudi dan Qatar. Pembangkit ini menyediakan hingga seperempat kebutuhan listrik negara tersebut.

Federal Authority for Nuclear Regulation (FANR) Uni Emirat Arab juga menegaskan, sistem penting pembangkit masih beroperasi dengan normal.

"Mengonfirmasi bahwa kebakaran tersebut tidak memengaruhi keselamatan pembangkit listrik atau kesiapan sistem pentingnya, dan bahwa semua unit beroperasi seperti biasa," demikian pernyataan FANR, seperti diberitakan Arab News.

Otoritas tersebut juga mendesak masyarakat untuk hanya memperoleh informasi dari sumber resmi. Hal ini untuk menghindari penyebaran rumor atau informasi yang tidak terverifikasi.

(rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]